Perlu kita ketahui bahwa kebanyakan mobil modern yang beredar saat ini, sebagian besar sudah menggunakan power steering. Baik dari model yang termurah sampai yang termahal. Bahkan, tak jarang pula ada pabrikan yang menyematkan power steering pada produk-produk kendaraan niaga, mulai dari kelas ringan sampai yang berat sekalipun. Oleh karena itu, power steering bisa dikatakan sebagi fitur yang memudahkan pengendara untuk melakukan pengendalian kemudi, atau bisa juga diartikan sebagai sistem bantu tekanan ke arah rack steer.

Secara sistem, cara kerja power steering sebenarnya cukup kompleks, kegunaan utamanya adalah membantu pengendalian, terutama ketika berbelok atau bermanuver. Kalau mobil zaman dulu mau belok itu susah, sopir harus pakai tenaga dan susah payah untuk menggerakkan setir, apa lagi ketika berbelok patah (u-turn), berat sekali memutar kemudinya. Dengan adanya power steering, beban gaya ketika mobil menikung, putar balik, atau saat parkir menjadi ringan. Bahkan, membelokkan setir kini bisa dilakukan dengan satu tangan.

Dengan majunya teknologi dan tuntutan efisiensi kendaraan, fitur power steering pada mobil modern belakang ini juga ikut berevolusi. Banyak dari pabrikan dunia yang menambahkan power steering dengan ragam teknologi baru. Dengan demikian, fungsi dari power steering pun meningkat. Sampai saat ini setidaknya ada tiga jenis mekanisme power steering, yakni power steering hidrolik, electronic power steering (EPS), dan hydro-electric power steering. Dari ketiganya, di Indonesia, hidrolik dan elektrik adalah jenis yang paling banyak kita jumpai.

Power Steering Hidrolik

What is power steering? Electric & Hydraulic power steering system

Simpelnya, power steering hidrolik bekerja menggunakan sebuah tekanan hidrolik yang dihasilkan dari pompa yang digerakan crankshaft melalui drive belt. Jadi, pada sistem ini terdapat reservoir tank, vane pump untuk fluida, control vale, steering hose, steering gear, oil power steering. Karena ada tekanan oli maka membuat putaran kemudi mobil jadi lebih ringan.

Electric Power Steering

Sementara untuk EPS, merupakan jenis power steering yang paling populer saat ini, bahkan digadang-gadang menjadi pengganti dari model hidrolik. Meski secara fungsi sama, tapi ada perbedaan konstruksi yang cukup besar. Paling utama dari susunan perangkat atau komponen yang digunakan. Sistem EPS sudah mengaplikasi motor listrik guna menggerakkan batang setir sesuai sudut putar dan kecepatan mobil. EPS bekerja dari arus listrik baterai yang berguna memutar motornya, tidak seperti hidrolik yang pakai belt untuk menggerakkan pompa. EPS ini banyak diaplikasikan pada mobil modern karena lebih advance dan minim perawatan atau pergantian komponen.

Tapi tetap perlu pengecekan untuk memastikan fungsinya tetap bekerja.Untuk memastikan komponen power steering Anda terawat dan senantiasa dalam performa yang bisa diandalkan, gunakan selalu oli power steering terbaik, Power Steering Fluid with ZDDP dari STP! Sistem power steering pada mobil membutuhkan perlindungan agar tetap beroperasi pada berbagai kondisi, terutama pada iklim tropis seperti di Indonesia. Cairan oli Power Steering Fluid with ZDDP dari STP didesain khusus karena memiliki formula khusus yang telah melalui proses fabrikasi 20 langkah sehingga menghasilkan produk bermutu tinggi. Power Steering Fluid with ZDDP dari STP mengandung bahan zinc dialkyldithiophosphates (ZDDP) yang dapat membantu mengurangi oksidasi pada komponen sehingga tidak mudah berkarat, lebih tahan terhadap panas yang timbul karena gesekan, serta memiliki kemampuan “Anti Wear” yang dapat memperpanjang usia komponen power steering mobil Anda.

Tags: tips

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

X