Cara Paling Tepat dalam Membersihkan Kaca Helm di Musim Hujan

Musim hujan sebentar lagi akan tiba. Sudah tiba saatnya untuk para pengendara motor menyiapkan perawatan ekstra kepada helm kesayangannya. Artikel ini akan memuat tips membersihkan kaca (visor) helm yang paripurna. Karena helm kesayangan Anda pasti sangat Anda cintai, perawatannya tidak boleh sembarangan karena bisa menimbulkan baret. Simak beberapa tips berikut agar helm Anda senantiasa terawat di musim hujan.

Kondisi kaca helm sangat perlu diperhatikan terlebih saat musim hujan seperti sekarang. Saat Anda sering berkendara motor saat hujan, kotoran yang bisa menempel di kaca helm setelah digunakan akan semakin banyak. Untuk merawat kaca helm, pertama bersihkan lapisan luar jika sudah terlihat kusam atau terkena kotoran, debu, atau hujan.

Hal yang paling penting, kita harus memperhatikan betul perangkat yang akan kita gunakan untuk membersihkan kaca helm. Paling utama, pilihlah kain lap yang sesuai agar proses pembersihan tidak berisiko merusak kaca helm. Cara paling baik dalam membersihkan kaca helm adalah menggunakan kain dengan serat halus seperti kain mikrofiber yang dapat mencegah lecet akibat proses pembersihan.

Hindari penggunaan lap plas chamois atau “kanebo” karena penggunaan kain pembersih dari bahan tersebut malah rentan membuat kotoran halus menempel pada permukaan kain dan berisiko membuat guratan pada permukaan kaca helm.

Selain pemilihan kain lap yang harus tepat, penggunaan sabun untuk membersihkannya juga harus diperhatikan. Sebaiknya, dalam membersihkan helm, Anda menggunakan sabun atau cairan pembersih khusus untuk membersihkan kaca helm.

Sebaiknya, Anda jangan menggunakan sabun mandi atau sabun cuci piring karena dalam jangka panjang berisiko membuat kaca helm rusak. Anda harus menghindari juga penggunaan cairan pembersih kaca. Cairan-cairan yang disebutkan tadi biasanya mengandung amonia yang justru dapat merusak polikarbonat pada kaca helm yang berdampak menurunnya tingkat kejernihan.

Untuk praktik pengaplikasiannya, pertama bersihkan dulu visor helm dari kotoran kasar dengan cara disiram menggunakan air yang mengalir. Setelah kotoran kasar hilang dari permukaan kaca helm, Anda bisa membersihkannya menggunakan sabun dan lap mikrofiber.

Oke, itu tadi beberapa tips dan praktik yang benar dalam membersihkan kaca helm setelah digunakan berkendara saat hujan. Semoga tips ini bisa membantu Anda.

Mengapa Sebaiknya Menghindari Oli Bekas Saat Melumasi Rantai Motor?

Rantai adalah satu komponen penggerak motor yang sebenarnya memiliki fungsi penting, tetapi sering disepelekan. Fungsinya yang sangat esensial dalam memastikan laju motor seharusnya membuat kita sadar terkait pentingnya merawat dan menjaga performa rantai. Namun, sebagian dari kita hingga saat ini masih belum menyadari kebiasaan yang terkesan sepele, tetapi membawa dampak sangat buruk, yaitu kebiasaan membersihkan atau melumasi rantai motor dengan menggunakan oli atau pelumas bekas pakai. Kita harus sadar bahwa membersihkan rantai dengan oli bekas lebih banyak mudaratnya dari manfaatnya.

Ada banyak hal buruk yang bisa timbul jika kita senantiasa membiarkan rantai dilumasi dengan oli bekas di bengkel. Simak lebih lanjut untuk melihat beberapa alasannya!

Sering kali saat kita melakukan servis motor ke bengkel umum, ada mekanik yang menawarkan untuk melumasi rantai dan gir motor dengan menggunakan oli bekas. Praktik yang terbilang umum dan banyak dilakukan tersebut ternyata merupakan hal yang salah sehingga wajib dihindari.

Oli bekas yang dioleskan ke rantai bukannya bikin awet, tetapi malah bisa bikin rantai dan gir cepat aus dan cepat rusak. Kalau ditelaah secara lebih lanjut, kita tentunya sadar bahwa kondisi oli bekas pakai pastinya sudah bercampur dengan berbagai kotoran dan mineral timbal dari mesin.

Meskipun awalnya tetap bisa bikin rantai dan gir halus karena terlumasi, efeknya secara tampilan pun bikin komponen tersebut jadi kusam kalau pakai oli bekas. Bukan hanya itu, oli bekas juga bisa menjadi magnet bagi debu dan kotoran di sekitarnya untuk menempel sehingga bisa memperparah proses kerusakan rantai dan gir motor.

Akhirnya, sudah pasti bikin mata gir motor kita akan cepat aus dan rantai motor pun mudah renggang karena tercampur kotoran. Oleh karena itu, sebaiknya gunakan saja chain lube untuk melumasi rantai motor Anda. Patut diingat, sebenarnya melumasi rantai dengan oli juga aman bagi rantai dan gir motor, tetapi harus kita pastikan kondisi oli yang digunakan masih baru.

Dengan menggunakan oli bekas sebagai cairan pelumas rantai motor, bukannya hemat, tetapi dampaknya malah justru bisa boncos karena harus banyak keluar biaya. Jadi, silakan tanggung sendiri akibatnya kalau Anda masih nekat pakai oli bekas untuk melumasi rantai dan gir motor.

Apakah Motor Baru Zaman Sekarang Masih Perlu Ritual Inreyen?

Sebagian dari kita, utamanya yang tahun lahirnya sebelum 2000-an, pasti pernah dengar istilah inreyen. Istilah ini dipakai untuk menyatakan “ritual”kepada motor atau mobil baru. Mobil atau motor yang baru saja keluar dari dealer harus diperlakukan hati-hati. Menjaga tarikan gas tidak berlebihan, tidak mengendarai mobil atau motor dengan membawa beban yang berlebihan, dan tidak mengerem secara mendadak adalah beberapa contoh “ritual” selama kendaraan masih dalam jangka waktu inreyen.

Lantas, sampai kapan inreyen ini dilakukan? Biasanya, inreyen harus dilakukan hingga motor atau mobil servis ke bengkel resmi pertama kali. Nah, di era modern seperti sekarang pastinya timbul pertanyaan. Apakah masih perlu melakukan treatment inreyen pada motor atau mobil keluaran terbaru?

Saat ini teknologi pembuatan mesin motor atau mobil sudah semakin canggih. Liner atau dinding blok silindernya yang awalnya hanya berbahan besi kini ada yang terbuat dari campuran aluminium atau bahkan keramik.

Misalnya saja pada salah motor-motor keluaran Jepang terbaru keluaran baru dikenal dengan blok silinder Die Aluminium Silicon. Dengan kemajuan teknologi pembuatan mesin motor, masih perlu tidak melakukan inreyen buat motor?

Menurut beberapa teknisi ahli dari bengkel-bengkel tepercaya, inreyen pada motor sekarang sudah tidak perlu dilakukan.

Inreyen pada motor baru tidak lagi perlu dilakukan karena biasanya motor baru sudah dites dan inreyen di dalam pabrik. Oleh karena itu, ketika nanti diantarkan ke konsumen motor-motor yang baru keluar dari dealer tersebut bisa langsung dikendarai secara lumrah.

Meskipun sudah tidak perlu inreyen, ada baiknya para pemilik motor baru tersebut tidak telat melakukan servis pertama. Servis pertama umumnya dilakukan pada 1.000 km atau satu bulan setelah motor diterima. Pada 1.000 km atau satu bulan awal motor keluar dari pabrik dan kemudian dipakai harian biasanya ada beberapa penyesuaian yang harus dilakukan montir di bengkel. Dengan disiplin melakukan jadwal servis pertama, jika ada kerusakan atau hal ganjil pada motor bisa segera langsung ditangani.

Pada motor-motor keluaran terkini, proses inreyen sebenarnya sudah tidak perlu lagi dilakukan. Misalnya saja seperti pada salah satu brand dari Jepang, blok silindernya sudah pakai Die Aluminium Silicon dan pistonnya sudah forged sehingga lebih presisi dan minim terjadi minor atau cacat. Pada zaman dulu, saat masa inreyen ada anggapan motor tidak bisa boncengan dan tidak boleh digeber terlalu keras, sekarang ini boleh-boleh saja motor baru membawa boncengan dan sesekali digeber pada rpm tinggi.

Jangan Asal Mengubah Settingan Busi Jika Tidak Ingin Mobil Anda Berkurang Tenaganya

Ada beberapa hal yang harus kita perhatikan terkait salah satu komponen pada mobil, yaitu busi, sebuah komponen kecil yang fungsinya sangat besar. Setiap busi memiliki celah pada elektroda inti dengan elektoda massa. Perlu kita ketahui bahwa celah busi ini sudah disesuaikan dari pabrik pembuat sesuai dengan spesifikasi busi tersebut. Gap ‘celah’ busi ini haram hukumnya untuk diubah menjadi lebih rapat atau lebih renggang dari ukuran standarnya. Namun, masih banyak orang yang berusaha mengubah gap busi dengan alasan untuk meningkatkan performa busi.

Ukuran gap busi bawaan pabrikan sudah paling ideal dan jangan diragukan lagi. Umumnya, gap busi mobil itu ada di antara 1 mm sampai 1,1 mm, dan ukuran tersebut sudah sangat ideal. Kalau ukuran gap busi diubah, misalnya menjadi lebih rapat maka daya quenching busi menjadi tidak optimal. Hal ini jelas membuat proses pembakaran akan terganggu.

Anda mungkin bisa merasakannya dengan tenaga mesin mobil yang menjadi kurang maksimal akibat ukuran gap busi terlalu rapat. Begitu juga jika Anda mengubah ukuran gap busi menjadi melebihi batas toleransi. Akibatnya, api busi tidak akan menjangkau dengan baik dan lagi-lagi pembakaran tidak akan maksimal. Kalaupun masih dipaksakan, loncatan bunga api akan lama sehingga pembakaran akan telat, tanda dari pembakaran telat bisa dirasakan saat mobil terasa brebet atau respons akselerasi terganggu.

Intinya, jika Anda nekat mengubah ukuran gap busi, tenaga mesin mobil pun akan berkurang drastis. Oleh karena itu, ingat ya, jangan mengubah gap busi di luar ketentuan yang sudah ditetapkan oleh produsen busi.

Lakukan “Ritual” Ini Supaya Mur Roda Mobil Aman Sentosa

Dewasa ini, tidak semua pengendara mobil mengerti “ritual” yang tepat saat harus pasang roda. Hanya karena ingin cepat maka saat memasangan mur roda sering kali dilakukan sembarangan. Saat mengencangkan mur roda mobil, sebaiknya Anda lakukan “ritual” yang tepat, yaitu secara bertahap dan menyilang.

Pengencangan mur roda saat hendak ganti ban karena bocor misalnya, hukumnya wajib disilang. Syarat “ritual” menyilang bukanlah sebuah mitos atau hanya karangan semata. Pengencangan mur roda yang tidak sesuai “ritual” atau hanya asal-asalan akan membuat tekanan mur enggak merata.

Karena tekanan mur roda tidak merata, roda bisa jadi rawan oleng atau putarannya tidak merata. Hal ini jelas akan mengganggu putaran roda dan membuat mobil menjadi kurang stabil saat dipacu pada kecepatan tinggi.

Tekanan mur yang tidak merata ini juga bisa membuat hub dan pelek mobil menjadi rawan rusak. Risiko-risiko negatif tadi tidak akan terjadi jika Anda sudah melakukan “ritual” mengencangkan mur roda, yaitu dilakukan secara menyilang.

Jika “ritual” sudah ditunaikan, hub dan pelek tekanannya akan sama sehingga roda tetap lurus.

Mengemudi akan terasa lebih aman dan nyaman jika proses pengencangan mur roda mobil dilakukan dengan benar. Jangan lupa juga saat kencangkan mur roda mobil gunakan kunci torsi. Nah, sekarang jangan lagi mengencangkan mur roda sembarangan ya, ingat sama “ritual” menyilang ya!

Tips Agar Mur Pelek Motor Anda Tidak Tersangkut dan Awet

Para pemilik kendaraan roda dua simak tips penting berikut ini! Ada dua hal yang bisa jadi penyebab mur pengikat pelek motor susah dibuka. Mur pengikat pelek di motor memang harus dikencangkan dengan baik. Tujuannya dari hal tersebut sudah jelas, supaya pelek motor tidak mudah lepas saat kita mengendarai motor. Namun, karena terlalu kencang, akan timbul risiko yang malah bisa bikin repot pada saat pelek motor harus dilepas dari motor saat diperlukan.

Seharusnya mur pengikat pada velg dikencangkan secukupnya saja, tidak perlu sampai sekuat tenaga atau bahkan pakai pipa panjang supaya mur terikat kencang. Selain menjadi sebab nantinya mur jadi sulit dilepas, drat mur pelek bisa slek dan aus jika diputar kelewat kencang sehingga nanti jadi tidak bisa dipakai lagi. Tidak hanya itu, hal lain yang sering menjadi sebab mur pelek di motor jadi susah dibuka adalah adanya karat. Seiring pemakaian, mur pelek motor bisa berkarat. Hal tersebut bisa terjadi karena ada kotoran dan air yang masuk ke celah ulir mur baut.

Oleh karena itu, ada baiknya sebelum membongkar pelek, biasakan menyemprotkan cairan penetran lebih dulu ke bagian celah mur baut pelek di motor. Dengan menyemprotkan cairan penetran lebih dulu, jika ada karat atau kotoran yang menempel, kotoran atau karatnya akan rontok sehingga memudahkan saat proses pembongkaran.

Mudah-mudahan Anda menjadi paham dan mahfum terkait penyebab umum mengapa mur pengikat di pelek motor terkadang menjadi sulit pada saat ingin dibuka. Oleh karena itu, agar komponen kaki-kaki, khususnya mur pelek motor aman,  jangan kelewat kencang saat memasang mur dan jangan lupa beri penetran agar tidak mudah karat!

Ganti Oli: Ritual Wajib yang Harus Dilakukan Agar Kendaraan Anda Tetap Prima

Terkait memelihara kendaraan, satu hal yang seharusnya sudah Anda ketahui adalah pentingnya mengganti oli secara rutin. Ganti oli jadi perawatan berkala yang harus dilakukan setiap pemilik kendaraan. Dengan menggantinya secara teratur, performa mesin kendaraan Anda akan senantiasa terjaga. Apabila diabaikan atau telat ganti oli, bukan tidak mungkin kerja mesin tidak lagi baik. Pada beberapa kasus karena jarang ganti oli, viskositas oli tidak lagi encer, melainkan jadi lebih kental dan lengket. Akhirnya, beberapa fungsi oli yang seharusnya menjaga performa dapur pacu selalu prima, malah menyebabkan jeroan mesin rusak.

Jika dirinci, ada beberapa akibat yang akan muncul saat Anda sering telat ganti oli, berikut ini daftarnya:

1. Komponen mesin menjadi cepat rusak dan biaya perawatan mahal

Komponen dalam mesin yang saling bergesekan akan cepat mengalami keausan, karena kekentalan oli tidak mampu lagi meminimalisasi gesekan komponen. Oleh karena itu, akan terjadi kerusakan komponen, sehingga pada akhirnya Anda harus mengeluarkan biaya perbaikan yang lumayan besar.

2. Mesin menjadi cepat panas (overheating)

Terlambat mengganti oli akan menyebabkan mesin menjadi cepat panas karena oli tidak dapat mendinginkan mesin dengan baik. Hal ini jangan dibiarkan terus-menerus karena komponen mesin bisa rusak. Salah satu contohnya kerusakan pada kepala silinder yang akan melengkung dan kalau sudah begini, lagi-lagi Anda harus merogoh kocek dalam-dalam karena biaya untuk menggantinya.

3. Membuat bahan bakar menjadi boros

Gesekan pada mesin yang kasar dan performa kendaraan menjadi berat karena kurangnya pelumasan, efeknya mesin membutuhkan banyak bahan bakar untuk menghasilkan tenaga.

4. Kurang nyaman pada saat dibawa jarak jauh

Kalau Anda telat mengganti oli, akan jelas terasa getaran kasar pada mesin. Nah, getaran tersebut terjadi terus-menerus sehingga menimbulkan ketidaknyamanan sekaligus kekhawatiran kerusakan mesin lebih parah ketika dikendarai apalagi kalau Anda harus menempuh jarak jauh dengan kendaraan Anda.

5. Usia mesin jadi lebih pendek

Jika Anda rutin mengganti oli maka usia pakai mesin akan bisa lebih lama dibandingkan dengan mesin yang olinya sering terlambat diganti atau bahkan tidak pernah diganti.

Nah, mudah-mudahan setelah membaca artikel ini Anda akan segera tobat dan mulai rutin mengganti oli pada kendaraan Anda ya!

Agar Paham Kelayakan Suspensi dan Kaki-Kaki, Lakukan Pengecekan Ini Sebelum Membeli Mobil Bekas

Ada satu hal yang harus kita perhatikan saat hendak membeli sebuah mobil bekas. Sebuah komponen terkait kaki-kaki mobil harus dengan jeli kita perhatikan. Oke, sebuah tips beli mobil bekas, waspada kerusakan salah satu komponen shock breaker alias peredam kejut pada mobil bekas incaran Anda!

Sebuah komponen peredam kejut yang harus Anda perhatikan adalah klep penahan di dalam selongsong tabung peredam kejut mobil bekas incaran Anda. Komponen kaki-kaki mobil yang satu ini wajib diketahui kondisinya. Soalnya, klep penahan peredam kejut tidak bisa dilihat kasat mata saat Anda melakukan inspeksi cek mobil bekas.

Ada baiknya Anda tahu bahwa banyak mobil produksi sekarang menggunakan klep penahan berbahan plastik. Jika mobil sering lewat jalan rusak, klep penahan peredam kejut ini bisa saja pecah. Sejatinya, klep penahan ini berfungsi untuk menjaga jarak main tabung as sokbreker agar tidak bablas.

Jadi, baiknya Anda tanyakan terkait sering atau tidaknya ia melewati jalan berlubang pada sang penjual saat hendak membeli mobil bekas. Ini bisa dijadikan parameter apakah unit mobil bekas layak dibeli atau tidak karena klep pada peredam kejutnya pasti akan terdampak.

Nah, untuk mengecek kelayakan klep pada peredam kejut, mobil harus dibawa jalan dan melewati jalan rusak. Kalau klep penahan sudah pecah atau jebol biasanya waktu suspensi mengayun terdengar bunyi benturan cukup keras. Travel suspensi terasa cepat mentok seperti tidak ada ayunan yang menahan juga bisa menjadi indikasi dari sudah rusaknya klep pada peredam kejut.

Semuanya tadi bisa menjadi indikasi klep penahan peredam kejut sudah pecah sehingga tabung as peredam kejut menghantam komponen stopper. Selain itu, bisa juga saat suspensi mengayun ada suara bergesekan, jika sudah seperti itu berarti pecahan klep penahan peredam kejut sudah masuk ke celah tabung as komponen peredam kejut. Nah, sekarang Anda seharusnya sudah paham dan tidak akan menyesal jika sudah melakukan pengujian pada mobil bekas incaran Anda. Dengan cara sederhana barusan, Anda bisa memastikan kelayakan bagian kaki-kaki dan suspensi mobil.

Lakukan Ini Agar Tuas Rem Motor Anda Tidak Keras!

Seiring pemakaian, beberapa komponen pada motor kita pasti akan mengalami penurunan performa. Tidak hanya bagian-bagian pada mesin, beberapa komponen lainnya pasti juga terasa kurang enak lagi. Salah satu komponen pada motor yang juga mungkin mengalami penurunan performa adalah tuas rem. Tuas rem yang tadinya empuk dan bouncy bisa jadi pejal dan keras sehingga terasa kurang enak saat Anda berkendara. Ada cara sederhana buat bikin tuas rem cakram motor yang mulai keras menjadi empuk lagi ketika ditekan. Cara ini mudah kalian praktikan sendiri di rumah karena tidak perlu membongkar komponen apapun di motor.

Seiring pemakaian memang tuas rem cakram bisa menjadi keras. Hal ini terjadi biasanya karena kondisi piston di master rem tersendat dan kurang lancar gerakannya. Seiring pemakaian, piston master rem bisa menjadi kering, bahkan berkerak akibat sering terkena air dan debu. Hal itu bisa lebih sering dan cepat terjadi pada master rem yang kondisi seal master remnya sudah rusak.

Untuk mengatasi masalah ini caranya tidak terlalu susah. Anda bisa membuat tuas rem cakram motor yang mulai keras kembali empuk sebenarnya gampang, tinggal semprotkan saja penetran ke arah piston master rem, biasanya akan langsung terasa lebih empuk ketika ditekan.

Cara yang paling mudah adalah Anda bisa gunakan penetran botolan yang biasanya sudah dilengkapi slang kecil untuk mengarahkan semprotkan. Anda tinggal arahkan slang botol penetrannya ke sela seal master rem agar cairan penetran melumasi pistonnya.

Jika tidak punya cairan penetran botolan, bisa juga gunakan pelumas lain seperti oli mesin yang Anda bisa oleskan ke arah piston master rem itu. Agar tuas rem terus terasa empuk ketika ditekan, Anda bisa lakukan pengulangan cara ini setiap satu bulan sekali.

Tertib dan Santun di Jalan: Gunakanlah Klakson Seperlunya!

Perlu kita ketahui bahwa klakson merupakan salah satu fitur yang wajib ada di kendaraan baik itu mobil maupun motor, yang berfungsi sebagai alat komunikasi saat berada di jalan raya. Sayangnya, kita masih sering menemui pengendara yang salah dalam menggunakan piranti yang satu ini. Misalnya, kita pasti sering berjumpa dengan pengendara yang senang memencet klakson secara terus menerus dengan tujuan memberitahu kepada pengendara lain yang menghalangi saat bermanuver. Padahal, sebenarnya hal tersebut sangatlah tidak etis dilakukan di jalan raya karena pengendara lain bisa jadi malah terganggu fokus berkendaranya.

Menanggapi hal tersebut, Sony Susmana selaku Training Director Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) mengatakan terlalu sering memencet klakson justru mengganggu pengguna jalan lain dan bisa menyulut emosi. “Banyak terjadi konflik karena klakson dibunyikan panjang atau diganti suara yang lebih nyaring dan difungsikan tidak pada tempatnya,” ujar Sony.

Oleh karena itu, Sony menjelaskan bahwa sebaiknya pengendara perlu mengetahui fungsi dan etika menggunakan klakson selama di jalan raya. “Klakson adalah alternatif alat komunikasi selain lampu dan holdbrake, klakson digunakan hanya seperlunya dan dengan etika yang benar untuk menghindari miskomunikasi,” ucap Sony.

“Jadi etikanya klakson jangan diganti suara yang lebih nyaring atau berdurasi panjang dan tidak pada tempatnya,” sambungnya.

Lebih lanjut, Sony mengimbau sebaiknya gunakan klakson pada waktu yang tepat dan pantas untuk membunyikan.

Seperti pada saat akan memberitahu pengguna jalan lain agar terhindar dari bahaya, menjalankan kendaraan di tempat parkir atau yang banyak blind spot, dan saat membutuhkan pertolongan.

“Hindari membunyikan klakson di tempat ibadah, sekolahan, rumah sakit dan komplek tentara,” imbuhnya.

Menurutnya semakin sedikit suara klakson terdengar maka semakin baik pula etika pengendara.

“Semakin sedikit suara klakson terdengar semakin baik etika berkendara seseorang, artinya si pengemudi sudah bertindak proaktif jaga jarak, jaga kecepatan, mengalah, sopan dan berbagi,” pungkasnya.

Jadi, sebaiknya untuk bisa menghargai para pengendara dan dihargai oleh pengendara lain di jalan, jangan seenaknya membunyikan klakson ya!

X