Fabio Quartararo Raih Juara di MotoGP Jerman 2022

Fabio Quartararo, Pembalap tim Monster Energy Yamaha,  berhasil tampil sebagai pemenang MotoGP Jerman 2022.

Fabio Quartararo menang setelah berhasil start dari posisi kedua dan langsung memimpin balapan dari tikungan pertama melewati Pecco Bagnaia.

Melaju dengan mulus, YZR-M1 yang ia tunggangi ngacir dan langsung menjauh dalam beberapa lap saja meski sempat mendapat tekanan di awal balapan.

Podium kedua diamankan oleh Johann Zarco yang juga tampil sangat bagus sejak awal balapan meski tak bisa mengejar rekan senegaranya.

Sedangkan podium terakhir berhasil diamankan oleh Jack Miller yang terus memberikan tekanan ke Aleix Espargaro di 10 lap terakhir.

Meski sempat kena long lap penalty di awal balapan, Miller konsisten menunjukkan ritme bagus dan beberapa kali memberikan serangan ke Espargaro.

Barulah memasuki tiga lap terakhir manuvernya berhasil saat Espargaro kewalahan dengan grip ban belakangnya.

Aleix Espargaro pun akhirnya harus puas dengan raihan posisi keempat.

Penampilan bagus kembali ditunjukkan Luca Marini yang sangat konsisten sejak awal balapan.

Marini sempat hampir mengejar Miller dan Espargaro di lima lap terakhir, namun pada akhirnya memilih bermain aman setelah bannya tak mampu lagi.

Ini jadi raihan terbaiknya di MotoGP, sekaligus kali ketiga beruntun Marini finis di top 6 setelah Mugello dan Catalunya.

Terjadi beberapa crash sepanjang balapan yang berlangsung dalam 30 lap ini.

Misalnya saja yang dialami oleh runner up MotoGP 2021, Pecco Bagnaia, yang start dari pole position.

Sempat bertarung dengan ketat di awal balapan dengan Fabio Quartararo, Pecco Bagnaia malah mengalami crash saat mengawali lap 4.

Pecco kehilangan grip ban belakangnya saat membetot gas keluar dari tikungan 1.

Tampaknya ban hard belakang yang dipilih Bagnaia masih terlalu cepat untuk dipakai menekan di lap-lap awal.

Ini jadi keempat kalinya pembalap Ducati itu gagal meraih poin di musim MotoGP 2022.

Hasil ini juga membuat peluangnya mengejar kejuaraan semakin sulit.

Setelah Pecco ada Joan Mir, Darryn Binder, Alex Marquez dan Takaaki Nakagami yang crash di enam lap awal balapan di mana semua memakai kombinasi ban hard-hard.

Sementara itu masalah teknis dialami Maverick Vinales yang sebenarnya tampil sangat bagus sejak awal.

Vinales yang sempat berada di posisi keempat dan membuntuti sang rekan Aleix Espargaro, harus keluar balapan menjelang 11 lap terakhir gara-gara ada masalah di rear ride height device-nya.

Berikut ini hasil MotoGP Jerman 2022:

Berikut ini klasemen sementara setelah MotoGP Jerman 2022

Takaaki Nakagami Dianggap Biang Keladi

Setelah jadi sumber malapetaka beberapa hari lalu, Takaaki Nakagami berada di posisi yang sulit usai menjadi penyebab insiden lap pertama MotoGP Catalunya 2022.

Insiden MotoGP Catalunya 2022 akhir pekan lalu sebenarnya bukan kali pertama nama Takaaki Nakagami dibahas.

Pada seri balap sebelumnya di Mugello, Nakagami juga terlibat insiden dengan Alex Rins yang kebetulan juga menjadi korban lagi atas crash di Catalunya.

Di Mugello, Alex Rins pun benar-benar marah dengan Nakagami dan menyebutnya pembalap kotor di depan media.

Dalam rekaman CCTV, Nakagami dan Rins sempat terlihat senggolan yang membuat pembalap Suzuki itu terjatuh.

Rins menuduh Nakagami bermain kotor dengan mendorongnya sampai jatuh, hingga akhirnya mengangkat masalah tersebut di safety comission.

Pembalap Suzuki ini harus kembali kecewa karena kebanyakan pembalap setuju dengan keputusan Race Direction, yang menyatakan kejadian di Mugello adalah insiden balap biasa.

Sedangkan soal insiden di Catalunya, Race Direction pun juga menganggap bahwa insiden tersebut adalah insiden balap biasa.

Berbeda dengan di Mugello, keputusan Race Direction ini tidak lagi disepakati para pembalap karena insiden di Catalunya dianggap murni kesalahan dan kecerobohan Nakagami.

Misalnya saja Jorge Martin, yang menilai Nakagami layak mendapat penalti.

“Bagiku, mereka seharusnya lebih obyektif. Tidak pantas menghukum beberapa pembalap tapi yang lain tidak, aku pernah kena penalti karena hal tidak masuk akal di Mugello,” ujar Martin seperti dikutip dari dari Motosan.es.

“Aku sempat menjelaskan ke mereka dan tampaknya mereka paham, tapi mereka tak melakukan apa-apa,” jelas Martin.

Martin kecewa dan menduga Race Direction tidak memberikan hukuman apapun gara-gara Nakagami mendapat cedera.

Padaha entah cedera atau tidak, kesalahan ya harus tetap ada pertanggungjawabannya.

“Sekarang, mereka punya insiden yang membahayakan banyak orang, bukan orang lain saja tapi Nakagami sendiri. Tapi, mereka tak melakukan apa-apa, mereka seharusnya melakukan hal yang sama kepada semua,” sambung peraih podium di Catalunya ini.

“Mereka seperti punya aturan sendiri, tapi tergantung dengan situasi dan mereka akan melakukan hal berbeda untuk pembalap berbeda. Mereka harus lebih obyektif dan memberikan kesetaraan buat semuanya,” jelasnya.

Hal yang sama juga diutarakan rekan Martin, Johann Zarco.

Menurutnya, para pembalap sudah kehilangan kepercayaan memikirkan ulang pembelaan kepada Nakagami.

“Di Mugello, Rins meminta pendapat kami soal insiden mereka. Hampir semua sepakat bahwa Nakagami tidak melakukan kesalahan dan setuju bahwa dia tak bisa dihukum,” ujar Zarco.

“Bagaimanapun, yang terjadi di Catalunya mengubah semua. Meski di beberapa kesempatan dia sangat agresif, dia tidak melakukan kesalahan besar. Tapi yang ini membuatnya kehilangan semua pembelaan di safety commission,” jelasnya.

Quartararo Juara, Espargaro Selebrasi Prematur di MotoGP Catalunya

Pembalap tim Monster Energy Yamaha Fabio Quartararo berhasil menjadi pemenang MotoGP Catalunya 2022 yang berlangsung di Sirkuit Barcelona, Minggu (5/6).

Mengawali balapan dari posisi ketiga, Fabio Quartararo langsung melakukan late braking yang cukup berani di tikungan pertama sehingga ia berhasil memimpin balapan.

El Diablo langsung tancap gas sejak awal balapan, kemudian keluar sebagai pemenang balapan.

Kejadian unik terjadi pada lap terakhir balapan, Aleix Espargaro, yang seharusnya berhasil mengamankan posisi kedua, melakukan blunder sangat fatal.

Hampir menjadi penghuni podium 2 pada MotoGP Catalunya, Aleix Espargaro mengira sudah mengakhiri balapan, padahal sebenarnya masih ada satu lap lagi.

Pembalap Aprilia ini tiba-tiba memperlambat motornya seolah balapan berakhir.

Para komentator dan kru tim mengira ada masalah motor dialaminya.

Ternyata bukan, karena sang pembalap melakukan selebrasi dengan mengangkat kedua tangannya. Rupanya Aleix salah perhitungan.

Setelah disalip beberapa pembalap, Aleix Espargaro kemudian sadar dan memacu motornya lagi.

Sayangnya sudah kehilangan beberapa posisi hingga akhirnya hanya bisa finis ke-5.

Espargaro pun terlihat sangat kecewa hingga menangis ketika kembali ke garasi tim Aprilia.

Jorge Martin yang mengalami masalah dalam beberapa pekan terakhir, mampu kembali naik podium.

Hasil ini sangat bagus untuk menjaga asanya bertarung demi kursi tim pabrikan Ducati karena Enea Bastianini gagal finis pada balapan ini.

Sedangkan Johann Zarco berhasil dapat durian runtuh naik podium tiga gara-gara blunder Aleix Espargaro.

Sementara itu di lap pertama terjadi insiden parah dialami tiga pembalap, Takaaki Nakagami, Alex Rins dan Pecco Bagnaia.

Nakagami sampai harus dibawa ke medical centre setelah kepalanya menghantam ban Pecco Bagnaia.

Berikut ini hasil lengkap balapan di Barcelona tersebut:

Tim Yamaha Jaga Asa di MotoGP Italia 2022

Selama beberapa balapan terakhir, Tim Yamaha terlihat masih mengalami masalah di berbagai lini. Pekan ini mereka datang ke sirkuit Mugello untuk MotoGP Italia 2022 akhir pekan ini dengan harapan tinggi.

Tim Monster Energy Yamaha MotoGP ingin mendapatkan hasil yang baik.

Seri putaran kedelapan MotoGP Italia 2022 ini adalah balapan kandang tim Yamaha yang bermarkas di Lesmo, Italia.

Juara dunia MotoGP 2021, Fabio Quartararo, yang kini memimpin klasemen dengan 102 poin, sudah tiga kali naik podium di MotoGP 2022, salah satunyan podium kemenangan di MotoGP Portugal.

Mengaku sangat suka dengan sirkuit Mugello, Fabio Quartararo bertekad ingin naik podium lagi.

Tujuannya untuk memperpanjang keunggulan yang kini berada empat poin atas Aleix Espargaro di peringkat kedua.

“Tahun lalu saya menang di sini, dan itu adalah balapan yang hebat dan perasaan yang luar biasa, terutama itu di GP kandang tim saya,” kata Fabio Quartararo dalam siaran pers tim Monster Energy Yamaha.

“Saya akan mencoba untuk menang lagi. Seperti biasa saya akan mencoba untuk berusaha 100%,” ujar pembalap yang memiliki sebutan “El Diablo”.

Rekan setimnya yang juga pembalap tuan rumah, Franco Morbidelli bilang ingin mencetak poin banyak.

Sepanjang kariernya, sejak di Moto2 sampai sekarang, Franco Morbelli belum pernah naik podium di sirkuit Mugello.

Finish terbaiknya di urutan empat pada kelas Moto2 tahun 2017.

Sama seperti tim Yamaha, saat ini Franco Morbidelli dalam kondisi yang terus mengalami masalah.

Hanya sekali masuk 10 besar dan memiliki 19 poin yang menempatkannya di peringkat 17.

Kepala tim Monster Energy Yamaha, Massimo Meregalli menyebut tahun lalu mereka meraih kemenangan dengan susah payah.

“Kami tahu dari pengalaman itu di mana letak keunggulan kami, dan kami akan mencoba memaksimalkannya lagi akhir pekan ini,” jelas Massimo Meregalli.

Salah Seorang Pembalap Legendaris Suzuki Ungkap Alasan Suzuki Cabut dari MotoGP

Tampaknya, rencana Suzuki keluar dari MotoGP pada akhir musim 2022 ini tidak bisa ditahan lagi. Juara dunia GP 500 cc 1993 Kevin Schwantz memberikan alasannya.

Kevin Schwantz, pembalap yang juara dunia bersama Suzuki, coba menganalisis mengapa Suzuki hengkang dari MotoGP.

Padahal, motor dari pabrikan, yang bermarkas di Hamatsu, Jepang ini, adalah salah satu yang terbaik di kelas MotoGP.

Kepergiannya juga menyebabkan gejolak dalam kontrak dan masa depan banyak pembalap.

Tetapi Kevin Schwantz tampaknya tidak terlalu terkejut dengan keputusan Suzuki.

Ia menyatakan pendapatnya mengenai rencana Suzuki keluar dari MotoGP dalam sebuah wawancara dengan Motomagazine.co.il.

“Saya tidak terlalu terkejut karena Suzuki memiliki masalah dalam beberapa tahun terakhir dalam menjual motor dan produk baru,” kata Kevin Schwantz.

“Saya ingin mengatakan bahwa saya terkejut.. tetapi tidak seperti itu,” imbuhnya, dikutip GridOto.com dri motosan.es.

“Ketika Anda melihat motor, pembalap, semua personel tim, sepertinya semuanya sudah siap,” ujarnya.

“Anda dapat berpikir bahwa mereka melakukan yang maksimal untuk terus bersaing, tetapi secara ekonomi itu adalah mimpi besar,” sebut pembalap yang pernah ke Jakarta ini.

Ia bilang, berada di MotoGP biayanya tidak murah.

Suzuki yang sempat mundur dari MotoGP pada akhir 2011 akibat masalah ekonomi global, kembali pada 2015.

Setelah bertahun-tahun berkembang, Suzuki saat ini dalam performa terbaiknya, dengan dua pembalap yang pernah meraih kemenangan dan satu gelar juara dunia lewat Joan Mir.

Itu sebabnya banyak yang menyebut kepergian Suzuki dari MotoGP sebagai sebuah kesalahan.

“Apakah itu kesalahan atau tidak, kita lihat saja nanti, tetapi mungkin menghabiskan begitu banyak uang untuk grand prix tidak masuk akal bagi mereka,” tutur Kevin Schwantz.

Tetapi menurutnya, ketika ada sesuatu yang benar-benar penting bagi mereka (pihak Suzuki), mereka menemukan cara untuk mewujudkannya.

Sehingga tidak menutup kemungkinan bahwa itu adalah keputusan yang dapat dibatalkan.

“Mungkin Suzuki akan berubah pikiran jika sponsor besar datang dan berkata ‘hei, kami punya uang, mengapa Anda tidak bertahan di MotoGP?’ Saya pikir beberapa dolar dapat mengubah pikiran Suzuki,” ujarnya menganalisis.

“Tapi saya pikir itu akan sulit, tidak mudah bagi mereka untuk mengubah pikiran mereka, karena begitu mereka telah membuat keputusan dan mereka telah mengomunikasikannya kepada tim, saya pikir mereka akan melakukannya dan yakin dengan apa yang akan mereka lakukan,” pungkas Kevin Schwantz.

Setelah Menang di Le Mans, Enea Bastianini Siap Mati-Matian di Mugello

Pembalap Gresini Racing Team, Enea Bastianini menjadi pemenang MotoGP Prancis 2022 di sirkuit Le Mans pada Minggu, 15 Mei 2022.

Enea Bastianini berhasil menyelesaikan 27 putaran dalam waktu 41 menit 34,613 detik.

Tampil sebagai pemenang MotoGP Prancis 2022, membuatnya poinnya bertambah jadi 94 poin dan berada di peringkat tiga klasemen sementara.

Pada musim 2022 ini, Enea Bastianini sebelumnya sudah meraih kemenangan di Qatar dan Amerika Serikat.

Enea Bastianini, yang merupakan salah satu pembalap dari Gresini Racing Team, mengatakan bahwa  kejuaraan dunia membutuhkan persiapan yang matang di tiap periode race.

Menurutnya, kejuaraan ini sangat panjang dengan perebutan peringkat yang sangat kompetitif.

“Oleh karenanya, memastikan tidak membuat kesalahan dan mencatatkan poin yang baik di tiap race, sangatlah penting,” ujar Enea dalam keterangan resmi Antangin yang dikutip dari GridOto.com, Selasa (17/5/2022).

Lebih lanjut Bastia menyampaikan kalau dirinya merasa bangga atas kemenangan di MotoGP Prancis 2022.

Kemenangan ini tidak lah mudah dan ini merupakan hasil dari kerja keras tim mekanik yang luar biasa yang hasilnya dibuktikan bersama di sirkuit Le Mans.

Prediksi terhadap momen yang tepat untuk “menyerang” memberikan hasil kemenangan yang ketiga bagi Gresini Racing Team. Tim Satelit juga menunjukkan performa luar biasa dalam pertandingan di Le Mans ini.

“Ke depannya, kami akan terus bekerja keras untuk menghadapi pertandingan berikutnya di sirkuit Mugello, Italia,” katanya.

Sementara itu, kemenangan Gresini Racing Team yang ketiga ini tentu tidak lepas dari peran dan dukungan sponsor.

Salah satunya yakni Antangin, yang membantu meningkatkan kesehatan dan stamina sejak masa persiapan dan selama pertandingan MotoGP 2022.

Muljo Rahardjo, Chief Executive Officer PT Deltomed Laboratories mengucapkan selamat kepada Gresini Racing Team dan Enea Bastianini.

“Kami sangat bangga akan pencapaian Gresini Racing Team dan Enea Bastianini di MotoGP musim ini,” ungkapnya.

Dirinya pun menyampaikan, melihat Antangin berada bersama Bastia di podium kemenangan tentu sangat membanggakan Indonesia.

“Semoga pencapaian ini bisa terus dibawa sampai akhir musim ini,” tukasnya.

Suzuki Mundur dari MotoGP, Harapan Joan Mir untuk Jadi Rekan Marquez Makin Tinggi

Baru-baru ini, menjelang MotoGP Prancis 2022 yang akan diselenggarakan akhir pekan ini, Joan Mir membicarakan rencananya jika Suzuki keluar dari MotoGP pada akhir musim. Secara gamblang, ia menyatakan siap menjadi rekan setim Marc Marquez

Setelah enam balapan awal musim ini, juara MotoGP 2020 Joan Mir belum pernah menang.

Memperoleh hasil finish keenam, keenam, keempat, keempat, crash, dan tempat keenam pada balapan terakhir di Jerez, awal Mei lalu.

Joan Mir berada di urutan enam klasemen dengan 56 poin, poinnya sama dengan yang didapat pembalap Ducati, Pecco Bagnaia yang menang di MotoGP Spanyol dua pekan lalu.

Mereka tertinggal 33 angka dari pemuncak klasemen Fabio Quartararo.

Menjelang MotoGP Prancis 2022, Joan Mir memberikan wawancara eksklusif kepada media Mundo Deportivo.

Ia menjawab beberapa pertanyaan terkait semakin kencangnya kabar Suzuki yang akan meninggalkan MotoGP pada akhir musim 2022 nanti dan ide tentang masa depannya jika hal itu terjadi.

Setiap pembalap selalu ingin menambah sebanyak mungkin prestasi dengan naik podium, menang, juara, atau setidaknya tetap di atas untuk melanjutkan musim depan.

Saat ini pembalap Spanyol itu menjalani tahun keempatnya di kelas MotoGP, tetapi hanya baru sekali meraih kemenangan.

Ia merasa termotivasi berjuang untuk menang, berjuang untuk hasil yang baik.

Dalam wawancara itu, tanpa rencana Suzuki keluar dari MotoGP, Joan Mir bilang sudah sejak 2021 ada rumor bahwa ia akan menjadi rekan setim Marc Marquez dalam waktu dekat.

Apakah itu pada tahun 2023?

“Tentu saja saya berani. Saya mengatakan ini karena dia telah mengalahkan semua orang yang berani berbagi garasi dengannya,” kata Joan Mir, dikutip dari motosan.es.

“Mari kita lihat, jelas bagi saya bahwa Marc memang yang terbaik dalam sejarah, tetapi menjadi rekan setim Marc tidak akan mengintimidasi saya,” ujarnya.

Jika benar demikian, Joan Mir sepertinya akan mengancam posisi Pol Espargaro yang baru bergabung di tim Repsol Honda sejak 2021.

Protes Vettel dan Hamilton atas Perubahan Aturan Berpakaian di F1

Baru-baru ini, dua pembalap senior F1, Lewis Hamilton dan Sebastian Vettel, melakukan aksi unik untuk memprotes perubahan aturan berpakaian yang diterapkan FIA di F1 Miami 2022.

Perubahan aturan ini sudah diumumkan Race Director, Niels Wittich, sejak seri Australia beberapa pekan lalu, dan mulai diterapkan ketat di F1 Miami 2022 akhir pekan ini.

Ada penyesuaian spesifikasi pakaian dari sepatu sampai celana dalam buat para pembalap dan beberapa kru, serta beberapa larangan pemakaian aksesoris seperti tindik, gelang, kalung sampai jam tangan.

FIA beralasan aksesoris berlebihan akan menganggu keleluasaan pembalap di trek, misalnya saja saat melepas helm ataupun pakaian balap.

Keputusan ini mengundang banyak reaksi karena dianggap tidak berguna dan tidak masuk akal untuk diterapkan di F1.

Aksi Sebastian Vettel terbilang cukup gila.

Beberapa waktu lalu, Vettel sempat berjalan di pit lane dengan memakai celana dalam di luar racing suit-nya.

Selain itu, sebagai pembalap yang paling fashionable di grid, Hamilton tentu memberikan reaksi keras.

“Kurasa ini sebuah kemunduran, jika kau berbicara langkah dari segi olahraga,” ujar Hamilton pada sesi press conference di hadapan wartawan di F1 Miami 2022, dilansir dari F1i.

“Dan kami seharusnya lebih fokus ke masalah lain yang lebih penting dan benar-benar mendorongnya untuk lebih baik,” jelasnya.

Uniknya pada sesi ini, Hamilton sengaja memakai banyak aksesoris di tubuhnya sebagai sindiran.

Jika dihitung dengan seksama, Hamilton sampai memakai 8 cincin, 4 kalung, 3 jam tangan, serta 2 tindik di depan wartawan. “Kupikir kami maju dari segi olahraga. Sekarang kami di Miami dan hal ini sebenarnya hal yang sangat kecil. Aku sudah di sini 16 tahun dan memakai perhiasan selama 16 tahun,” sambungnya.

“Di mobil aku hanya memakai tindik saja di telinga dan hidung, karena tak mudah aku lepas, jadi hal ini sebenarnya tak penting,” tegasnya.

Suzuki Berencana Minggir, Joan Mir Ketar-Ketir

Mungkin Anda sudah dengar selentingan kabar bahwa ada rencana tim Suzuki akan keluar dari MotoGP di akhir tahun ini. Selentingan kabar tersebut pun membuat khawatir para pembalapnya. Meskipun masih berupa rumor, tetapi Joan Mir siap-siap mengumumkan masa depannya.

Tidak berapa lama setelah balapan di MotoGP Spanyol pekan lalu, komunitas MotoGP dikejutkan dengan kabar Suzuki keluar dari MotoGP.

Kabar yang dikeluarkan oleh pabrikan Suzuki ini, membuat Dorna Sports langsung menghubungi pabrikan asal Jepang itu.

Menurut Dorna, Suzuki tidak bisa seenaknya meninggalkan MotoGP, karena masih terikat kontrak.

Kabar hengkangnya Suzuki dari MotoGP yang belum resmi diumumkan tim, benar-benar mengubah cara pandang terhadap perkembangan motor hingga sisa musim ini.

Selain itu, juga tidak diketahui  apa yang akan terjadi pada pembalapnya.

Salah satu pembalapnya, Joan Mir pernah mengatakan ingin tetap bertahan di Suzuki, tetapi apa komentarnya sekarang?

“Untuk saat ini, saya beri tahu Anda, saya menyerahkan ini pada Paco (Sánchez, manajernya) dan saya berharap segera mendapat kabar mengenai masa depan, yang selalu penting bagi seorang pembalap,” ujarnya, dikutip dari motosan.es.

Pada musim balap MotoGP 2022 ini, Joan Mir belum pernah naik podium, tetapi bisa dibilang penampilannya konsisten.

Setelah enam putaran, Joan Mir finish di posisi 6 tiga kali, posisi 4 dua kali dan sekali tidak finish.

Pembalap Spanyol ini menduduki peringkat enam klasemen sementara dengan 56 poin, atau tertinggal 33 poin dari pemuncak klasemen Fabio Quartararo (tim Yamaha).

Berkat Juara di Portugal, Quartararo Jadi Pemuncak Klasemen Sementara

Aksi ciamik diperlihatkan Fabio Quartararo. Ia sukses memenangkan MotoGP Portugal 2022, Minggu (24/4/2022).

Sejak lampu hijau menyala, Joan Mir dari Team Suzuki Ecstar langsung agresif.

Berkat start apik, ia langsung mengambil alih posisi terdepan dari Johann Zarco yang menduduki pole position.

Begitu juga pembalap tim Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo yang menyusup dari sisi dalam ke posisi 3.

Start yang buruk mempengaruhi penempatan awal Johann Zarco.

Tak lama, ia akhirnya merosot ke posisi 3.

Pertarungan sengit terjadi antara Quartararo dan Joan Mir di tengah cuaca mendung yang menyelimuti Sirkuit Internasional Algarve.

Meski sempat terjadi adu salip antara keduanya, tetapi dominasi Quartararo di Portugal terus langgeng.

Ia bisa terus memacu motornya hingga membuat selisih lebih dari 3 detik dengan pembalap di posisi kedua.

Sayangnya, Enea Bastianini, sang pemuncak klasemen sementara, bernasib apes.

Enea Bastianini crash di tikungan 8 pada lap 10 yang membuatnya tak bisa melanjutkan balapan.

Sementara itu pertarungan perebutan posisi 2 malah terlihat lebih seru daripada menyaksikan Quartararo yang rasanya sudah tak terkejar.

Zarco yang menunggangi Ducati unggul di trek lurus, sedangkan Joan Mir menang di tikungan.

Kemudian Jack Miller dari tim Ducati Lenovo Team bersabar di belakangnya sembari menunggu momen tepat untuk menyalip.

Adu salip pun terus terjadi sepanjang balapan.

Lalu, pada lap 19 terjadi crash dari pertarungan tersebut.

Jack Miller terjatuh di tikungan pertama usai menyerobot posisi 3 dari sisi dalam.

Joan Mir yang tepat berada di sampingnya pun ikut terseret dan terkapar di gravel.

Yang harus dicaungi jempol adalah sikap Joan Mir, ia malah langsung mendatangi Miller yang masih meratapi nasib.

Bukannya marah, Joan Mir malah berpelukan usai insiden tersebut yang menggambarkan tingginya jiwa sportifitasnya.

Posisi 3 pun kini diisi Aleix Espargaro yang terpaut cukup jauh dari Zarco.

Meski Espargaro sempat mendekat , posisi 3 besar tak berubah sampai checkered flag berkibar.

Ini menjadi podium 1 pertama Fabio Quartararo selama musim 2022.

Berikut hasil lengkap MotoGP Portugal 2022:

Rider tim Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo memimpin klasemen sementara MotoGP 2022 setelah tampil sebagai pemenang MotoGP Portugal 2022, Minggu (24/4/2022).

Juara dunia bertahan ini meraih kemenangan pertamanya di musim MotoGP 2022 ini.

Berkat tambahan 25 poin, Fabio Quartararo melesat dari peringkat 5 ke puncak.

Kini pemenang MotoGP Portugal 2022 itu telah mengisi pundi-pundi poinnya mencapai 69 poin.

Jumlah tersebut sama dengan rider Team Suzuki Ecstar, Alex Rins.

Padahal Rins gagal naik podium dan finis di urutan ke-4 pada seri ini.

Nasib apes dialami Enea Bastianini yang sebelumnya memuncaki klasemen.

Ia gagal menambah poin lantaran crash di lap 10.


Posisinya langsung merosot ke peringkat 4 klasemen sementara.

Pengisi peringkat 3 klasemen sementara adalah Aleix Espargaro.

Rider tim Aprilia Racing ini finis di posisi ketiga pada MotoGP Portugal 2022.

Kini koleksinya mencapai 66 poin.

Berikut klasemen sementara MotoGP 2022:

1 2 3 9