Hamilton Ugal-Ugalan di Jepang

Kejuaraan dunia Formula 1 (F1) 2022 sudah berakhir, meskipun gagal merengkuh gelar juara, Lewis Hamilton pun langsung menikmati masa liburannya. Seperti bisa dilihat dari akun media sosialnya, Lewis Hamilton menghabiskan masa liburannya di Jepang.

Lewat akun media sosialnya, Lewis Hamilton membagikan momen liburan di Jepang, salah satunya lewat sebuah video kebut-kebutan di sebuah jalan raya.

Dalam video tersebut, Lewis Hamilton mengendarai Nissan Skyline GT-R R34 berkelir putih yang merupakan mobil sewaan selama pembalap tim Mercedes AMG Petronas ini berlibur.

Selain kebut-kebutan di jalanan, juara dunia tujuh kali ini juga sempat lakukan manuver donut sampai gesekan aspal dan ban mobilnya mengeluarkan asap tebal.

Bahkan asap tebal tersebut sampai masuk ke dalam kabin mobil lewat jendela, hingga celah-celah di area dekat tuas transmisi mobilnya.

“Aku hanya suka ngebut di trek, tapi kali ini aku buat pengecualian,” tulis Hamilton dalam postingannya di akun Instagram @lewishamilton.

Hingga artikel ini turun, video Hamilton tersebut sudah ditonton hingga 1,6 juta kali dan seketika viral di kalangan fans F1.

Tidak sedikit penggemar yang menikmati dan turut bergembira dengan aksi yang dilakukan sang pembalap.

Namun hal itu tak dirasakan oleh pemilik Omoshiro Rental Car, yang tampak kesal lantaran Nissan Skyline GT-R R34 miliknya dipakai tidak sebagaimana mestinya.

“Ini adalah mobil milik Omoshiro Rental, tapi video tersebut dibuat tanpa izin kami. Berkendara seperti ini sangat dilarang,” tulis akun Twitter @info82262789 yang mengaku mewakili pemilik rental.

Wajar saja sang pemilik rental kesal, karena mobilnya “disiksa” oleh pembalap asal Inggris tersebut.

Masih belum jelas apakah Hamilton akan mendapat konsekuensi khusus, misalnya dapat sanksi tilang setelah videonya viral.

Namun jika benar, ini bukan pertama kali Hamilton berurusan dengan hukum akibat permasalahan di jalan raya.

Pada F1 Australia 2010 silam, polisi setempat sempat menyita mobil Mercedes-nya setelah dia melakukan drift di pusat kota Melbourne sampai asap mengepul dari bannya.

Setelahnya, Hamilton akhirnya meminta maaf karena aksinya dan mendapatkan hukuman denda.

Gelaran F1 Abu Dhabi 2022 Membawa Sendu

Musim F1 tahun 2022 akan segera berakhir. Sebagai seri terakhir kejuaraan dunia Formula 1 2022, F1 Abu Dhabi 2022 akan menjadi balapan perpisahan buat beberapa pembalap.

Ada beberapa pembalap yang akan berpindah tim, tetapi yang paling membuat para fans F1 sedih adalah sebagian pembalap lainnya akan menjalani balapan terakhirnya di F1 Abu Dhabi 2022.

Salah satu yang paling ikonik adalah juara dunia empat kali, Sebastian Vettel, akan menutup karier balapnya di F1 Abu Dhabi 2022.

Beberapa bulan lalu, Sebastian Vettel mulai membuat fans F1 sedih karena keputusannya untuk pensiun dari Formula 1.

Setelah meniti kariernya bersama BMW Sauber dan kemudian mulai menjadi pembalap reguler bersama Toro Rosso, Vettel menapaki puncak kariernya bersama Red Bull Racing.

Kemenangan di Monza bersama Toro Rosso tahun 2008 adalah salah satu yang paling ikonik dalam sejarah, kemudian disusul dengan empat gelar juara dunia bersama Red Bull Racing menjadikannya salah satu pembalap ternama di Formula 1.

Setelah itu Vettel memulai petulangan di Ferrari dan pensiun sebagai pembalap tim Aston Martin.

Seperti dikutip dari GridOto.com, pembalap lain yang akan meninggalkan grid adalah Mick Schumacher, yang baru saja mengumumkan tim Haas tidak memperpanjang kontraknya.

Schumacher terpaksa angkat kaki setelah tim Haas memilih Nico Hulkenberg untuk menjadi rekan Kevin Magnussen di F1 2023.

Selain itu ada Daniel Ricciardo yang terpaksa angkat kaki dari McLaren karena juniornya, Oscar Piastri.

Oscar Piastri sempat membuat heboh grid lantaran menolak kontrak Alpine dan membelot ke McLaren, menjadikan Ricciardo sebagai korban peristiwa ini.

Pembalap keempat yang meninggalkan grid adalah Nicholas Latifi, yang tahun depan masih belum diketahui siapa penggantinya di tim Williams.

Kemudian selain pembalap yang pergi dari grid, ada juga pembalap yang meninggalkan timnya untuk pindah ke tim lain.

Sebut saja Pierre Gasly yang akan berlabuh ke tim Alpine, setelah masa-masa panjangnya bersama keluarga Red Bull.

Pierre Gasly menggantikan juara dunia dua kali Fernando Alonso yang memilih merapat ke Aston Martin untuk menggantikan Sebastian Vettel.

Kolam Renang Imut di Superbike Mandalika 2022

Banyak pembalap yang melakukan relaksasi setelah balapan dengan berendam di kolam air dingin. Seperti salah satunya yang melakukan hal demikian adalah Toprak Razgatlioglu pada seri balap lalu di Mandalika. Kolam berendam yang dipakai Toprak Razgatlioglu selama World Superbike Mandalika 2022 ternyata punya keunikan tersendiri.

Suhu tinggi selama World Superbike Mandalika 2022 menjadi salah satu tantangan utama para pembalap, termasuk Toprak Razgatlioglu dari PATA Yamaha with BRIXX.

Seperti dikutip dari GridOto.com, iklim tropis Indonesia serta lokasi sirkuit Mandalika yang berada di tepi pantai membuat World Superbike Mandalika 2022 jauh lebih panas ketimbang balapan lain utamanya di benua Eropa.

Bahkan, suhu lintasan di sirkuit Mandalika selalu menembus 60 derajat celsius pada siang hari selama World Superbike 2022.

“Kalau suhunya lebih panas lagi, setelah balapan mungkin kami tidak akan ke podium tapi langsung ke rumah sakit,” canda Toprak Razgatlioglu, Jumat (11/11/2022) usai sesi FP2 di sirkuit Mandalika, Lombok.

Makanya tidak heran kalau banyak tim menyediakan kolam berendam untuk mendinginkan suhu badan para pembalapnya, termasuk kedua pembalap PATA Yamaha with BRIXX yaitu Toprak dan Andrea Locatelli. Akhirnya kolam renang portabel anak-anak yang jadi solusi untuk Toprak dan Andrea Locatelli.

Sarah Byles, Sponsorship and Marketing Manager Pata Yamaha with Brixx WorldSBK pun mengatakan bahwa air yang digunakan di kolam berendam tersebut bukanlah air biasa.

“Air yang kami pakai itu air es karena turut membantu pemulihan otot menjadi lebih cepat,” ungkapnya seperti dikutip dari GridOto.com dalam kesempatan berbeda.

“Asupan air minum pembalap juga jauh lebih tinggi dari biasanya di akhir pekan ini,” tambahnya saat di belakang paddock PATA Yamaha with BRIXX WorldSBK itu.

Yang paling unik, di dalam kolam tersebut terdapat banyak air minum kemasan yang ada tulisan “Bukan untuk Diminum.”

Sarah menjelaskan, air minum kemasan tersebut tidak bisa diminum karena berisi air mentah yang mereka bekukan untuk menjaga agar air di dalam kolam tetap dingin.

“Kami juga menggunakan es biasa, tapi cukup sulit untuk mendapatkan pasokan es dalam jumlah besar selama akhir pekan balap,” ungkap perempuan asal Selandia Baru itu.

“Makanya untuk memudahkan logistik juga, kami menggunakan air dalam kemasan yang kemudian kami bekukan sebagai pengganti es batu,” tutupnya.

Sergio Perez akan Dibantu Max Verstappen

Untuk semakin mengukuhkan kedigdayaan tim Red Bull di kancah F1, pada putaran ke-21 di balap F1 Brasil 2022 akhir pekan ini, Max Verstappen berniat membantu rekan setimnya Sergio Perez.

Musim balap F1 2022 kini hanya tersisa dua putaran lagi dan gelar juara dunia sudah menjadi milik tim Red Bull berkat kehebatan Max Verstappen.

Pembalap kebanggaan Negeri Kincir Angin tersebut sudah mengunci gelar juara dunia F1 2022 di Suzuka, Jepang. Selain itu, tim Red Bull pun telah mengamankan gelar juara dunia konstruktor di Austin, Texas, Amerika Serikat.

Meskipun kedua gelar itu sudah ada di genggaman tim Red Bull, tetapi persaingan masih berlangsung seru.

Mengingat perebutan peringkat kedua akan diperebutkan antara Sergio Perez, Charles Leclerc, dan George Russell.

Menjelang balap F1 Brasil 2022, Sergio Perez menempati posisi kedua klasemen.

Dalam siaran pers tim Red Bull, pembalap Meksiko itu mengatakan ingin mempertahankan posisi ini.

Tetapi dia menyadari bahwa untuk melakukannya dia harus tampil kuat di Brasil dan Abu Dhabi.

Ujian pertama Sergio Perez akan datang di Brasil akhir pekan ini.

Unggul lima poin dari pembalap tim Ferrari, Charles Leclerc, Perez wajib finish naik podium untuk mengamankan posisinya.

Perez juga akan menghadapi sprint race di F1 Brasil 2022, yang bisa memberinya poin tambahan.

“Saya akan menjalani dua balapan terakhir musim ini dengan perasaan masih memiliki segalanya untuk dimenangkan,” kata Sergio Perez, dikutip dari gpblog.com.

“Kami mungkin juara konstruktor tetapi sebagai tim, dan bagi saya pribadi, sangat penting untuk mengamankan satu-dua di kejuaraan pembalap,” lanjutnya.

“Untuk itu saya harus terus berjuang dan tetap bersemangat untuk mencapai hasil terbaik dalam setiap balapan, termasuk sprint akhir pekan ini,” ujarnya.

Baginya, sprint race adalah kesempatan untuk mencetak poin vital.

Jadi penting baginya untuk mendapatkan sesi latihan yang baik pada hari Jumat pagi dan lolos dengan baik.

Meskipun Perez ingin berjuang sendiri, kabarnya Max Verstappen mau membantu Perez jika memungkinkan.

Ia akan memberi kesempatan untuk melayani rekan setimnya di dua balapan terakhir musim ini.

Bagnaia Akhirnya Juara Dunia, Quartararo Akui Kehebatannya

Akhirnya, Pecco Bagnaia sah menjadi juara dunia MotoGP 2022. Juara dunia MotoGP 2022, Pecco Bagnaia, adalah pembalap Italia ke-21 yang menyandang gelar di kelas utama (GP500/MotoGP).

Sebagai juara dunia MotoGP 2022, Pecco Bagnaia menjadi pembalap Italia yang juara dunia dengan motor Italia di kelas utama setelah 50 tahun.

Pada 1972 ketika Giacomo Agostini meraih gelar juara dunia GP 500 cc menggunakan motor MV Agusta.

Francesco Bagnaia juga pembalap Italia yang meraih titel di kelas utama setelah 13 tahun, terakhir dicapai Valentino Rossi pada 2009.

Bagi Ducati, ini gelar juara dunia pembalap kedua setelah Casey Stoner pada 2007 atau 15 tahun lalu.

Francesco Bagnaia bahkan membuat sejarah, menjadi pembalap Italia pertama yang memenangkan gelar juara dunia MotoGP dengan motor Italia, Ducati.

Menurut Ducati, kombinasi ajaib ini hanya mungkin terjadi di Italia: keahlian dan teknologi motor tercepat di dunia – Desmosedici GP22 – semangat, bakat, dan tekad Francesco Bagnaia, yang memenangkan gelar setelah comeback bersejarah, yang belum pernah dicapai oleh pembalap lain di kelas utama.

Bagnaia yang sempat tertinggal 91 poin dari Fabio Quartararo di MotoGP Jerman pada bulan Juni, berhasil comeback dan memimpin klasemen setelah MotoGP Australia, Oktober lalu.

Itu merupakan rekor sejak diperkenalkannya kelas utama yang bernama MotoGP pada 2022.

Ducati menyebut, apa yang dibuat oleh Pecco Bagnaia dan menjadi juara dunia MotoGP 2022 dengan sejumlah kisah di atas tadi, tidak dapat diulang di tempat lain.

Di samping itu, pembalap tim Monster Energy Yamaha, Fabio Quartararo, menunjukkan sikap gentlemen setelah gagal dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2022.

Fabio Quartararo tidak banyak alasan, mengakui bahwa Pecco Bagnaia adalah pembalap yang pantas menjadi juara dunia MotoGP 2022.

Meski di awal musim MotoGP 2022 mengalami kesulitan, Pecco Bagnaia berhasil bangkit dan tampil luar biasa di paruh kedua musim, hal itu diakui Fabio Quartararo.

Selain itu, Fabio Quartararo juga tidak menyesal dengan hasil yang diraihnya, karena merasa sudah berjuang sekuat mungkin.

“Tak ada penyesalan, karena aku sudah memberikan semua (kemampuan),” kata El Diablo dilansir dari Paddock-GP.

“Aku bahkan hampir saja jatuh di lap pertama dan terakhir. Tapi aku juga tahu itu takkan cukup, ini mengecewakan tapi tahun ini aku belajar banyak hal,” jelasnya.

Pembalap asal Prancis tersebut juga tak lupa memberikan selamat ke Pecco, bahkan mendatangi pesta sang rival di parc ferme.

“Tapi bagaimanapun, selamat buat Pecco untuk gelarnya. Dia punya paruh kedua musim yang fantastis,” tutur pembalap bernomor 20 ini.

“Kami tahu Ducati adalah motor terkencang di paruh kedua. Tapi dia adalah pembalap paling cepat di antara mereka, jadi selamat untuknya,” lanjutnya.

Alex Rins Harapkan Dapat Motor Suzuki GSX-RR 2022

Mungkin karena punya kenangan yang teramat indah bersama Suzuki, Alex Rins ternyata berencana memiliki motor Suzuki GSX-RR usai balapan terakhir Team Suzuki Ecstar di MotoGP Valencia 2022.

Seperti, dikutip dari GridOto.com, Alex Rins mengaku ingin terus menjaga memori indah bersama pabrikan asal Hamamatsu Jepang ini dengan membawa pulang motor Suzuki GSX-RR usai MotoGP Valencia 2022.

Perlu diketahui, sebenarnya Rins bersama Joan Mir sebenarnya sudah pernah mendapatkan motor GSX-RR versi 2020 sebagai hadiah dari musim terindah Suzuki di MotoGP.

Joan Mir sebagai Juara Dunia dan Alex Rins yang finis ketiga di klasemen akhir MotoGP 2020, diberi GSX-RR versi 2020 dengan cuma-cuma oleh Suzuki.

Namun, nyatanya, Rins merasa tidak cukup dan ingin mengoleksi satu motor lagi, tetapi kali ini Suzuki tidak memberikannya dengan mudah.

“Aku sudah meminta soal itu, tapi mereka bilang padaku bahwa untuk yang ini aku harus membelinya,” ungkap Rins dilansir dari Todocircuito.com.

Pembalap 26 tahun ini pun mengaku siap untuk membelinya jika dia diberi kesempatan oleh Suzuki.

“Jika aku punya kesempatan, aku akan melakukannya,” tegas pemilik empat kemenangan balapan di kelas premier ini.

Namun, beda dengan hadiah sebelumnya yang sengaja dibuat sebagai pajangan, Rins mengajukan syarat bahwa motor yang dibelinya ini harus bisa dihidupkan mesinnya.

“Ini tergantung apakah nanti motornya bisa dinyalakan atau tidak, serius,” sambungnya.

“Yang kumiliki di rumah versi 2020, karena aku finis ketiga di kejuaraan, tidak bisa nyala. Aku sudah bilang ke Shinichi Sahara aku ingin membawanya pulang usai balapan di Valencia berakhir, tetapi dia bilang aku tak bisa dan aku harus menghubungi Jepang,” jelasnya.

Wah Rins kayaknya berencana geber-geber naik motor ini keliling kampung di Andorra, dengan begitu pasti tetangga-tetangga kampungnya seperti Espargaro bersaudara, Fabio Quartararo, Jack Miller, Maverick Vinales, Brad Binder, dan beberapa nama lainnya akan menjadi dengki.

Bagnaia Terus Menjaga Asa, Quartararo Berharap Keajaiban

Tidak disangka, hingga menjelang saat terakhir, MotoGP 2022 menawarkan beragam keseruan. Persaingan ketat selalu menghiasi semua seri, yaitu sejak seri pertama dimulai di Qatar hingga Malaysia, satu seri sebelum seri terakhir di Valencia.

Sudah sangat lama seri balap motor ternaik di dunia ini tidak menjadikan gelaran di Valencia sebagai seri penentu gelar juara dunia.

Seperti halnya MotoGP Valencia 2022 kali ini, yang akan menjadi penentu gelar bagi dua pembalap muda, Fabio Quartararo dan Francecso Bagnaia. 

Francesco Bagnaia tengah bertarung untuk merebut gelar juara dunia, sedangkan Fabio Quartararo mencoba untuk mempertahankannya agar bisa disebut juara bertahan.

Namun, rasanya sulit bagi Quartararo untuk bisa mempertahankan gelar dengan kondisi yang ada.

Bagnaia kini unggul 23 poin di atas pembalap MotoGP Prancis itu ketika menjejak kaki di sirkuit Valencia.

Seperti dikutip dari GridOto.com, syarat mutlak Quartararo untuk bisa mempertahankan gelar, harus meraih kemenangan MotoGP Valencia 2022 dan berharap Bagnaia tidak meraih poin sama sekali.

Namun, lagi-lagi, sepertinya itu harapan yang sulit untuk diwujudkan lantaran Bagnaia memiliki bekal yang bagus sebagai pemenang MotoGP Valencia tahun lalu.

Bahkan, sampai Managing Director Yamaha MotoGP pun berharap munculnya keajaiban layaknya Valentino Rossi dan Nicky Hayden di MotoGP Valencia 2006.

Ketika itu sebelum balap MotoGP Valencia 2006, Valentino Rossi unggul 8 poin atas Nicky Hayden.

Namun, petaka datang di Tikungan 2 sirkuit Valencia ketika mentor Francesco Bagnaia di VR46 Riders Academy tersebut mengalami lowside crash akibat hilang cengkraman ban depan.

Meski mampu melanjutkan lomba, tetapi Rossi hanya bisa finish di posisi 13, sementara Hayden di podium 3.

Keadaan pun berbalik, dari Rossi yang sebelumnya unggul 8 poin, justru malah tertinggal 5 poin dan harus mengakui Nicky Hayden sebagai juara dunia.

Kondisi seperti ini atau keajaiban seperti ini yang nampaknya diharapkan seorang Lin Jarvis, Managing Director Yamaha MotoGP dengan berkata, “Segala sesuatu bisa saja terjadi.”

Namun, nampaknya dengan keunggulan 23 poin yang dimiliki Bagnaia, rasanya memang butuh keajaiban besar bagi Quartararo dan Yamaha jika ingin menjadi juara dunia bertahan.

Bagi Bagnaia sendiri, banyak pencapaian jika dirinya berhasil meraih juara dunia MotoGP 2022.

Untuk Ducati, tim pabrikan yang dibela Bagnaia saat ini, gelar juara dunia pembalap MotoGP 2022 merupakan penantian panjang selama 15 tahun setelah terakhir kali dipersembahkan Casey Stoner di 2007.

Setelah itu, Ducati hanya diberikan iming-iming sebagai runner up juara dunia MotoGP di tahun 2017, 2018, dan 2019.

Ya, di tahun-tahun itu, Andrea Dovizioso yang menjadi pembalap pabrikan Ducati selalu dikalahkan Marc Marquez dari Repsol Honda.

Dengan demikian, bagi Ducati, gelar juara dunia MotoGP 2022 yang berada di depan mata ini sangat penting bagi pabrikan Borgo Panigale itu.

Segala cara pasti akan dilakukan Ducati Corse untuk bisa meraih gelar bergengsi tersebut.

Ya, meski Ducati menjadi juara dunia konstuktor dalam beberapa tahun terakhir, tetapi gelar juara dunia pembalap merupakan gelar paling bergengsi di MotoGP.

Tak kalah penting, pencapaian bagi Italia yang dipersembahkan jika Pecco Bagnaia menjadi juara dunia MotoGP 2022 bersama Ducati.

Hal ini, membuat Bagnaia menyamakan prestasi atau rekor yang sudah 50 tahun dipegang oleh Legenda Hidup MotoGP, Giacomo Agostini.

Ago, sapaan akrab Giacomo Agostini, berhasil menjadi pembalap Italia yang juara dunia dengan motor pabrikan Italia di tahun 1972.

Ketika itu, Giacomo Agostini berhasil juara dunia dengan motor MV Agusta di kelas 500 cc atau kelas tertinggi.

Kini, Francesco Bagnaia memiliki kesempatan untuk membuka lembaran baru bagi Italia dengan menjadi pembalap kedua yang meraih gelar juara dunia dengan motor dari negaranya sendiri.

Jadi, ada juga tambahan sejarah bagi Italia ketika anak bangsa meraih prestasi di kancah balap internasional.

Bahkan, dikabarkan juga kalau Valentino Rossi yang merupakan mentor Bagnaia sekaligus satu dari Legenda Hidup MotoGP lainnya dipastikan hadir di MotoGP Valencia 2022.

Tentu Valentino Rossi ingin menyaksikan salah satu sejarah tercipta juga bagi VR46 Riders Academy ketika muridnya berhasil meraih juara dunia MotoGP.

Sejauh ini, murid Rossi hanya baru bisa meraih gelar Juara Dunia Moto2 sebagai prestasi tertinggi.

Jadi, bisa dibilang MotoGP Valencia 2022 ini akan menentukan torehan sejarah baru.

Baru bagi Bagnaia, Valentino Rossi dan VR46 Riders Academy-nya dan juga penantian panjang bagi Ducati serta Italia.

Saat Max Verstappen Merayakan Gelar Juara, Lewis Hamilton Disoraki

Max Verstappen meraih gelar juara pada F1 Meksiko 2022, sedangkan Lewis Hamilton malah dapat sorakan berisi cemoohan dari penonton usai meraih podium dua pada balapan di Autodromo Hermanos Rodriguez tersebut.

Riuhnya sorakan dari penonton terdengar sangat kencang saat Lewis Hamilton menjalani post race interview, usai Max Verstappen menjadi juara F1 Meksiko 2022.

Sorakan dari penonton bukan yang pertama kali diterima Hamilton, mirip dengan yang terjadi di Red Bull Ring ataupun Zandvoort, yang merupakan balapan kandang Red Bull dan Verstappen.

Hampir sama juga saat Verstappen mendapat sorakan ketika menjalani balapan di kandang Hamilton, seperti di Sirkuit Silverstone.

Untuk F1 Meksiko 2022 kali ini adalah balapan kandang buat Sergio Perez.

Sudah bisa ditebak jika fans juga akan lebih mendukung Red Bull ataupun Verstappen, sebagai tim dan rekan setim pembalap kebanggaan masyarakat Meksiko ini.

Meski demikian, saat wawancara, Perez sempat memberikan isyarat langsung agar penonton menghentikan sorakan kepada Hamilton.

Hamilton pun tak mau ambil pusing soal sorakan yang diterimanya.

“Keramaian yang luar biasa, namun sedikit awkward kali ini. Ada sorakan sepanjang hari,” ujar Hamilton.

“Tapi tak apa karena aku mencintai Meksiko dan orang-orang yang di sini, juga event balapan luar biasa yang mereka adakan akhir pekan ini,” jelasnya.

Daripada membahas soal sorakan, Hamilton langsung mengalihkan pembicaraan ke arah teknis balapan.

“Di stint pertama aku bisa mendekat. Tapi kupikir jelas Red Bull memang lebih cepat hari ini, dan terutama mereka juga memakai strategi ban yang lebih baik,” sambung Hamilton.

“Aku tak yakin soal ban yang bagus di akhir baapan. Kukira kami harus memulai dengan soft, tapi kami malah memilih sebaliknya. Di stint pertama bagus, tapi ban hard selanjutnya malah bikin kacau, jadi selamat buat Max,” tegasnya.

Bagnaia Juara MotoGP Sepang 2022

Pembalap tim Ducati Lenovo, Pecco Bagnaia, berhasil keluar sebagai pemenang MotoGP Malaysia 2022 di Sirkuit Sepang, pada Minggu (23/10).

Pecco Bagnaia menjadi pemenang MotoGP Malaysia 2022 setelah melakukan start yang sangat bagus, serta melewati pertarungan ketat melawan Enea Bastianini sepanjang balapan.

Walaupun menjadi pemenang MotoGP Malaysia 2022, sayangnya Pecco Bagnaia harus menunda pesta gelar juara dunia di Valencia mendatang.

Seperti dikutip dari GridOto.com, penentuan gelar juara dunia pembalap MotoGP 2022 akan ditentukan di MotoGP Valencia 2022 dua minggu mendatang.

Berkat kemenangan di Sirkuit Sepang, Pecco Bagnaia saat ini mengoleksi 258 poin dan unggul 23 poin dari Fabio Quartararo.

Fabio Quartararo juga tampil sangat luar biasa hingga berhasil mengamankan podium tiga, untuk bisa terus membuka kesempatannya bertarung demi gelar.

Sebenarnya keunggulan 23 poin ini belum 100 persen aman, karena gelar juara dunia bisa melayang kapan saja jika murid Valentino Rossi ini crash saat balapan di Valencia.

Kemudian posisi keempat MotoGP Malaysia 2022 ditempati Marco Bezzecchi, dengan penampilan terbaiknya pada balapan tersebut.

Bezzecchi bisa saja membuat Pecco dan Ducati berpesta di Malaysia, jika berhasil merebut posisi ketiga dari Fabio Quartararo.
Sementara itu Aleix Espargaro hanya sanggup finis ke-11 pada balapan ini dan menutup peluangnya untuk bertarung demi gelar juara.

Balapan di Sirkuit Sepang ini juga sempat diwarnai oleh drama dari para petinggi Ducati, yang tertangkap kamera berulang kali melakukan diskusi.

Tampak Paolo Ciabatti dan Davide Tardozzi cukup kesal dengan Enea Bastianini, karena memberikan tekanan yang dianggap berbahaya buat Pecco Bagnaia sepanjang balapan.

Selain menjadi pemenang MotoGP Malaysia 2022, Pecco Bagnaia juga berhasil membawa pulang gelar kedua buat Ducati musim ini.

Gelar konstruktor sudah diamankan beberapa waktu lalu, kini tim Ducati Lenovo mengunci gelar juara dunia tim MotoGP, setelah Pecco Bagnaia sebagai pemenang MotoGP Malaysia 2022 dan Jack Miller finish keenam.

Kebetulan rival terdekat tim Ducati Lenovo, yakni Aprilia Racing, mendapat hasil minor dengan P11 dan P16 di MotoGP Malaysia 2022.

Ini menjadi gelar juara dunia tim MotoGP kedua secara beruntun setelah tim Ducati Lenovo meraihnya tahun lalu.

Saat ini, tinggal gelar juara pembalap saja yang belum diamankan agar Ducati bisa melengkapi triple crown MotoGP 2022.

Pecco Bagnaia pun punya kesempatan besar menjadi juara dunia MotoGP 2022 di MotoGP Valencia 2022 mendatang.

Saat ini Pecco sudah mengantoni 23 poin lebih banyak dari Fabio Quartararo dan itu jelas keunggulan yang sangat mutlak baginya.

Fabio Quartararo hanya bisa menghalangi Pecco Bagnaia jadi juara, dengan memenangkan balapan MotoGP Valencia 2022.

Itu pun syaratnya Pecco Bagnaia tak boleh mencetak dua poin atau lebih di sana.

Akankah Francesco Bagnaia jadi Juara Dunia?

Jika untuk menyaksikan MotoGP Australia mengharuskan Anda bangun sejak Subuh, jadwal MotoGP Malaysia 2022 yang digelar pada 21—23 Oktober akhir pekan pastinya lebih bersahabat.

Karena tidak seperti MotoGP Australia 2022 yang setiap tahunnya dimulai sejak pukul 05:00 WIB, jadwal MotoGP Malaysia 2022 dimulai pada pukul 08:00 WIB.

Sementara jadwal MotoGP Malaysia 2022 di hari terakhir dimulai mundur satu jam yaitu pada pukul 09:00 WIB untuk sesi pertama yaitu Warm Up Moto3.

MotoGP Malaysia 2022 juga dipastikan menjadi balapan yang menarik untuk ditonton.

Balapan yang berlangsung di sirkuit Sepang, Malaysia, tersebut merupakan kesempatan pertama bagi Francecsco Bagnaia (Lenovo Ducati) untuk mengunci gelar Juara Dunia MotoGP 2022.

Seperti dikutip dari GridOto.com, Francesco Bagnaia ada di puncak klasemen dengan 233 poin, 14 poin di depan rival terdekatnya yaitu Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha) dan 27 poin dari tempat ketiga yaitu Aleix Espargaro (Aprilia).

Francesco Bagnaia akan mengunci gelar juara jika ia berhasil memenangkan MotoGP Malaysia 2022 sementara Quartararo tidak berada di atas podium.

Suatu hal yang sulit meskipun tidak mustahil, mengigat tren penampilan Fabio Quartararo yang sedang menukik tajam sejak MotoGP Thailand 2022.

Sebenarnya, Fabio Quartararo punya jejak rekam yang cukup baik terakhir kali ia tampil di Negeri Jiran pada 2019 silam.

Ia sukses mendulang pole position, dan berhasil finish pada posisi ketujuh menggunakan motor Yamaha YZR-M1 milik tim satelit Petronas Yamaha.

Tidak hanya Quartararo, Aleix Espargaro juga bisa membubarkan pesta Francesco Bagnaia lebih awal pada MotoGP Malaysia 2022 nanti.

Jika Aleix Espargaro bisa menang sementara Bagnaia finish kedua dan Fabio Quartararo di posisi ketiga atau lebih buruk maka perebutan gelar akan berlanjut ke Valencia.

Aleix Espargaro makin layak menjadi ‘kuda hitam,’ karena ia merupakan pembalap paling konsisten pada tes pramusim MotoGP Malaysia 2022 pada Februari lalu.

Sementara Bagnaia dan Quartararo gagal menunjukkan konsistensi yang sama pada simulasi balap di sesi tes pramusim tersebut.