Kapan dan Mengapa Kita Perlu Melakukan Engine Flush?

Kita semua pasti tahu bahwa salah satu cara untuk menjaga mesin mobil tetap prima adalah dengan rutin mengganti oli. Namun, seringkali pemilik mobil dihadapkan pada opsi penggunaan cairan penguras oli mesin (engine flush) ketika mengganti oli mesin lamanya.

Pertanyaan yang lantas timbul adalah haruskah menggunakan engine flush setiap kali penggantian oli mesin?

Kapan Harus Melakukan Engine Flush

Hal pertama yang penting untuk diketahui adalah engine flush adalah cairan atau cairan kimia yang berfungsi merontokkan deposit hasil oksidasi yang menempel di ruang mesin. Cairan engine flush akan merontokkan atau membersihkan kerak yang menempel pada ruang mesin. Tujuannya adalah agar kinerja mesin tidak terganggu endapan timbal serta kerak yang ada di bagian mesin.

Baiknya Anda menggunakan engine flush sekaligus mengganti oli setiap 10.000 kilometer atau per 6 bulan. Secara teknis, penggunaan engine flush bisa dibilang akan membuat mesin jadi lebih bersih. Dengan melakukan pengurasan oli mesin menggunakan engine flush, mesin akan lebih awet karena partikel- partikel yang tergerus oleh sisa gesekan akan terkuras oleh engine flush sehingga ruangan oli jadi lebih besar.

Ganti Pula Filter Oli Anda

Ditambah lagi, pemakaian cairan engine flush secara berkala juga sudah terbukti dapat memperbaiki kompresi mesin. Akan tetapi, patut diingat bahwa kita perlu juga mengganti filter oli saat melakukan engine flush. Filter oli harus diganti karena deposit yang rontok saat proses flushing tadi kemungkinan besar akan menumpuk di komponen filter oli.

Lantas, cairan engine flush apa yang bisa diandalkan untuk Anda gunakan tiap hendak menguras oli mesin? Jawabannya adalah Engine Flush dari STP! Cairan penguras oli mesin dengan formula aktif ini memiliki pelarut endapan, lumpur, serta kerak sehingga kotoran dan timbal yang menempel pada mesin dan komponen sekitarnya dapat tersuspensi di dalam oli kotor. Dispersan air akan mengikat kontaminan air yang ada di tiap celah mesin. Kontaminan air ini dapat terbentuk karena siklus suhu dingin dan panas setiap harinya. Bila dibiarkan, ini bisa bersifat korosif. Aditif anti wear menjaga gesekan antar metal tetap aman selama proses pembersihan.Hebatnya lagi, cairan penguras oli mesin ini bisa digunakan pada semua merek, tipe (sintetik & mineral) dan kekentalan (SAE) oli. Gunakan STP Engine Flush setiap kali Anda hendak membersihkan saluran oli mesin kendaraan dengan bahan bakar bensin atau diesel Anda. STP Engine Flush adalah produk yang aman terhadap sil dan paking (gasket) di semua jenis motor atau mobil Anda.

Manfaat Menggunakan Fuel Additive pada Mobil Anda

Tahukah Anda bahwa bahan bakar untuk kendaraan yang sering Anda pakai dan memenuhi tangki bensin mobil Anda umumnya mengandung beberapa zat pengotor (impuirities). Banyaknya bahan-bahan pengotor seperti air, kandungan aspal, vanadium, natrium, dan sulfur yang terkandung dalam bahan bakar dapat menimbulkan gangguan atau masalah pada tiap-tiap tahapan proses pembakaran. Komponen mobil Anda pun bisa terancam dan tentunya performa mobil Anda bisa menurun drastis.

Seiring berkembangnya teknologi otomotif global setiap tahun, selalu saja ditemukan inovasi baru dalam industri otomotif di dunia. Tidak hanya industri kendaraan, Industri pelumas dan aditif bahan bakar pun mengikuti perkembangannya. Melihat kondisi yang demikian muncul inovasi dari produsen yang menawarkan berbagai macam zat aditif bahan bakar yang sesuai dengan teknologi kendaraan terkini.

Banyak ragam cairan aditif bahan bakar yang tersedia di pasar otomotif Indonesia saat ini, dari yang fungsinya menaikkan angka oktan, mencegah korosi, merawat dan membersihkan sistem injektor, mengurangi emisi, bahkan menghemat bahan bakar. Bahan bakar dengan oktan rendah dan tidak sesuai dengan spesifikasi mesin terkadang memberikan dampak negatif pada mesin, sehingga banyak pemilik kendaraan menambahkan cairan aditif bahan bakar pada tangki mobilnya.

Beragamnya aditif yang tersedia di pasaran, mengharuskan pemilik kendaraan harus lebih bijaksana dalam memilih aditif yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan, tidak mengganggu fungsi komponen vital seperti catalytic converter dan sensor oksigen.

Nah, untuk mengatasi masalah terkait timbal dari bahan bakar yang akan menurunkan performa mesin mobil Anda, ada beragam produk aditif bahan bakar yang dapat menjaga sistem bahan bakar dan mesin serta meningkatkan performa kendaraan, salah satunya adalah rangkaian produk aditif bahan bakar dari STP.

Lebih dari 60 tahun, STP—yang merupakan salah satu produk kenamaan dari Amerika Serikat—telah meningkatkan performa kendaraan di seluruh dunia, melalui riset yang teruji langsung di arena balap. STP memiliki berbagai varian aditif bahan bakar yang bisa Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan, baik untuk mobil berbahan bakar bensin maupun solar, sangat aman digunakan karena  tidak mengandung alkohol yang dapat mengganggu fungsi komponen vital seperti catalytic converter dan sensor oksigen.Salah satu yang terbaik adalah STP Complete Fuel System Cleaner. Jika yang Anda butuhkan adalah perlindungan menyeluruh pada sistem bahan bakar maka STP Complete Fuel System Cleaner bisa jadi solusinya. STP Complete Fuel System Cleaner dapat membersihkan carbon deposit atau kerak pada bagian vital sistem bahan bakar, seperti injektor, katup pemasukan, kepala silinder, dan piston. Selain itu, fuel additive yang satu ini juga dapat mencegah korosi pada tangki bahan bakar dan salurannya.

Jenis-Jenis Power Steering dan Oli Terbaiknya

Perlu kita ketahui bahwa kebanyakan mobil modern yang beredar saat ini, sebagian besar sudah menggunakan power steering. Baik dari model yang termurah sampai yang termahal. Bahkan, tak jarang pula ada pabrikan yang menyematkan power steering pada produk-produk kendaraan niaga, mulai dari kelas ringan sampai yang berat sekalipun. Oleh karena itu, power steering bisa dikatakan sebagi fitur yang memudahkan pengendara untuk melakukan pengendalian kemudi, atau bisa juga diartikan sebagai sistem bantu tekanan ke arah rack steer.

Secara sistem, cara kerja power steering sebenarnya cukup kompleks, kegunaan utamanya adalah membantu pengendalian, terutama ketika berbelok atau bermanuver. Kalau mobil zaman dulu mau belok itu susah, sopir harus pakai tenaga dan susah payah untuk menggerakkan setir, apa lagi ketika berbelok patah (u-turn), berat sekali memutar kemudinya. Dengan adanya power steering, beban gaya ketika mobil menikung, putar balik, atau saat parkir menjadi ringan. Bahkan, membelokkan setir kini bisa dilakukan dengan satu tangan.

Dengan majunya teknologi dan tuntutan efisiensi kendaraan, fitur power steering pada mobil modern belakang ini juga ikut berevolusi. Banyak dari pabrikan dunia yang menambahkan power steering dengan ragam teknologi baru. Dengan demikian, fungsi dari power steering pun meningkat. Sampai saat ini setidaknya ada tiga jenis mekanisme power steering, yakni power steering hidrolik, electronic power steering (EPS), dan hydro-electric power steering. Dari ketiganya, di Indonesia, hidrolik dan elektrik adalah jenis yang paling banyak kita jumpai.

Power Steering Hidrolik

What is power steering? Electric & Hydraulic power steering system

Simpelnya, power steering hidrolik bekerja menggunakan sebuah tekanan hidrolik yang dihasilkan dari pompa yang digerakan crankshaft melalui drive belt. Jadi, pada sistem ini terdapat reservoir tank, vane pump untuk fluida, control vale, steering hose, steering gear, oil power steering. Karena ada tekanan oli maka membuat putaran kemudi mobil jadi lebih ringan.

Electric Power Steering

Sementara untuk EPS, merupakan jenis power steering yang paling populer saat ini, bahkan digadang-gadang menjadi pengganti dari model hidrolik. Meski secara fungsi sama, tapi ada perbedaan konstruksi yang cukup besar. Paling utama dari susunan perangkat atau komponen yang digunakan. Sistem EPS sudah mengaplikasi motor listrik guna menggerakkan batang setir sesuai sudut putar dan kecepatan mobil. EPS bekerja dari arus listrik baterai yang berguna memutar motornya, tidak seperti hidrolik yang pakai belt untuk menggerakkan pompa. EPS ini banyak diaplikasikan pada mobil modern karena lebih advance dan minim perawatan atau pergantian komponen.

Tapi tetap perlu pengecekan untuk memastikan fungsinya tetap bekerja.Untuk memastikan komponen power steering Anda terawat dan senantiasa dalam performa yang bisa diandalkan, gunakan selalu oli power steering terbaik, Power Steering Fluid with ZDDP dari STP! Sistem power steering pada mobil membutuhkan perlindungan agar tetap beroperasi pada berbagai kondisi, terutama pada iklim tropis seperti di Indonesia. Cairan oli Power Steering Fluid with ZDDP dari STP didesain khusus karena memiliki formula khusus yang telah melalui proses fabrikasi 20 langkah sehingga menghasilkan produk bermutu tinggi. Power Steering Fluid with ZDDP dari STP mengandung bahan zinc dialkyldithiophosphates (ZDDP) yang dapat membantu mengurangi oksidasi pada komponen sehingga tidak mudah berkarat, lebih tahan terhadap panas yang timbul karena gesekan, serta memiliki kemampuan “Anti Wear” yang dapat memperpanjang usia komponen power steering mobil Anda.

STP Activgard Technology: Minyak Rem Mumpuni dengan Titik Didih dan Kepakeman Tinggi

Salah satu hal yang wajib untuk diketahui oleh para pemilik mobil adalah waktu yang tepat untuk mengganti minyak rem. Pasalnya, minyak rem mobil memiliki peran begitu penting untuk melumasi komponen dari sistem pengereman. Oleh sebab itu, harus dirawat dengan benar untuk menjaga keselamatan selama berkendara.

Perlu diketahui, minyak rem terbuat dari bahan sintetis bersifat asam yang berbeda dengan cairan-cairan yang digunakan pada sistem hidrolik manapun. Rem bekerja dengan mengubah energi gerak ke energi panas. Jadi terbayang betapa panasnya suhu rem saat ia bekerja.

Suhunya bisa mencapai 200 derajat celcius. Dengan suhu seperti ini, diperlukan cairan khusus yang lebih tahan panas seperti minyak rem.

Tapi minyak rem juga memiliki boiling point atau titik didih sekitar 240—260 derajat celcius. Lebih tinggi, tetapi titik didih ini  bisa turun hampir 50 %. Salah satu faktor yang menurunkan boiling point ini adalah kandungan air didalam minyak rem.

Dalam satu tahun, ada sekitar 3 % kandungan air di dalam sistem hidrolik rem. Jika kandungan airnya seperti ini, boiling point minyak rem bisa turun diangka 160 derajat celcius. Tentu ini berbahaya apalagi ketika dalam posisi kecepatan tinggi kita mengerem. Minyak rem bisa mendidih nantinya.

Lantas, kapan minyak rem harus diganti?

Secara umum, penggantian minyak rem ini dilakukan pada interval 2 tahun atau pada 40.000 Km pemakaian. Namun, tergantung minyak rem yang dipakai, kalau minyak remnya bagus, masih tahan hingga 2 tahun pemakaian tanpa masalah. Tapi jika minyak rem murahan, mungkin setahun saja sudah ngempos.

Apabila lebih dari dua tahun, kandungan air pada minyak rem akan semakin banyak. Dalam kurun waktu dua tahun saja sudah sekitar dua hingga tiga persen memiliki kandungan air di dalamnya. Semakin banyak air, maka titik didihnya juga akan terus menurun. Oleh karena itu pastikan Anda menggunakan minyak rem berkualitas nomor wahid, yaitu STP Brake Fluid with ACTIVGARD Technology.

Pembersih kampas dan cakram rem

STP sebagai brand dari Amerika yang produknya telah dipasarkan dilebih dari 200 negara di dunia sejak tahun 1954 dan aktif dalam ajang balap NASCAR, sudah menyempurnakan minyak rem dengan ACTIVGARD Technology.  Minyak rem STP ACTIVGARD Technology akan mampu secara aktif melindungi sistem rem untuk performa pengereman yang lebih pakem, awet, dan aman.

Beberapa keunggulan ACTIVGARD Technology yang bisa membuat minyak rem STP mengungguli merk lain adalah :

  1. ACTIVGARD menjaga dan melindungi seal karet di sistem rem agar tidak mudah mengeras, getas dan bocor sehingga rem akan lebih awet.
  2. ACTIVGARD melindungi komponen besi/metal dari karat dan korosi yang terdapat di sistem rem.
  3. ACTIVGARD melindungi pipa kapiler sistem rem dari hambatan akibat pembentukan endapan karena oksidasi sehingga melancarkan sirkulasi minyak rem.
  4. ACTIVGARD menjaga boiling point di atas standarisasi minimal (Dry & Wet Boiling Point) sehingga performa sistem rem lebih pakem saat dikondisi stop and go maupun kecepatan tinggi.
  5. ACTIVGARD dapat mengikat unsur air akibat kelembaban udara di dalam sistem rem sehingga tidak menyebabkan oksidasi dan menghindari rem blong akibat angin palsu.
  6. ACTIVGARD melampaui standarisasi FMVSS No. 116, SAE J 1703, SAE J 1704, Standar Nasional Indonesia (SNI 06-2769-1992) dan ISO 9001:2015 yang disertifikasi TÜV SÜD KAN.

Jadi, jangan pikir panjang lagi, jika sudah tiba waktunya untuk menguras minyak rem, percayakan sistem pengereman mobil Anda kepada STP Brake Fluid with ACTIVGARD Technology!

Dengan API GL Oli Transmisi dan Diferensial Manual Menjadi Lebih Maksimal

Oli Full Sintetik, Oli Pilihan Terbaik (STP)

Perlu kita ketahui, saat ini, bahan dasar oli atau pelumas pada mesin kendaraan Anda terbagi menjadi 5 grup. Oli yang termasuk pada grup 1 dan 2 bisa dibilang adalah oli mineral. Pembuatannya juga masih sederhana dan terbentuk secara alami dari minyak bumi. Lalu, oli yang termasuk grup 3 itu adalah oli mineral yang sudah diproses dengan sistem hydrocrack yang cukup kompleks sehingga bisa dikategorikan sebagai oli sintetik.

Oli Mineral

Intinya, oli yang termasuk dalam kategori grup 3 berasal dari minyak bumi (mineral) tapi diolah atau diproses lagi di lab. Istilah oli semisintetik ada di grup 3, yaitu oli yang merupakan campuran dengan grup 1 atau 2. Nah, kalau pada oli yang termasuk ke dalam grup 4 dan grup 5 pembuatannya berasal dari campur tangan manusia di lab. Untuk oli yang termasuk di group 4 ini adalah oli yang murni sintetik, artinya murni buatan manusia, biasanya pakai bahan dasar Polyalphaolefin (PAO). Oli yang termasuk dalam grup 5 adalah oli sintetik atau buatan manusia juga yang telah ditambahkan “ester” untuk meningkatkan performa mesin.

Lalu, dari tiga jenis oli tadi: oli mineral, oli semisintetik, dan oli full sintetik, mana yang paling baik untuk digunakan pada mobil atau motor Anda? Pelumas berjenis full sintetik sebenarnya memiliki bahan dasar yang sama dengan pelumas jenis lainnya, yaitu hasil olahan minyak bumi. Namun, proses pembuatannya dilakukan lebih sempurna karena bahan dasarnya masih melalui pengolahan kembali lagi dan diseleksi dengan cara terbaik lewat tahapan yang panjang.

Varian Oli STP

Oli ini dinilai lebih baik daripada jenis semisintetik dan oli mineral karena bebas dari karbon reaktif yang biasanya masih ditemui dari kedua jenis oli tersebut. Karbon reaktif bisa menghasilkan asam, oksigen, dan logam berat lainnya yang pastinya bakal memengaruhi kinerja mesin mobil kesayangan.

Secara umum, oli full sintetik memiliki berbagai keunggulan lainnya mulai dari tidak mudah menguap, lebih tahan oksidasi, pelumasan lebih merata, dan bisa bekerja paling maksimal meskipun temperaturnya tinggi. Banyak produsen yang mulai mengeluarkan produk oli full sintetik yang menjadi andalan mereka, termasuk salah satunya STP dengan Oli Full Sintetik SYN Formula.

Ada beberapa keunggulan Oli Full Sintetik SYN Formula dari STP yang patut dipertimbangkan sebagai pendamping kendaraan kesayangan Anda:

1. Sangat Cocok dengan Iklim Tropis karena Tidak Mudah Menguap

Pakai Oli Full Sintetik SYN Formula dari STP di motor atau mobil Anda ternyata punya kelebihan minim penguapan. Hal ini karena bahan dasar (base oil) dan zat aditif Oli Full Sintetik SYN Formula dari STP lebih bagus dari oli semi sintetik atau mineral. Efeknya, oli full sintetik akan lebih tahan panas dan lebih minim penguapan sehingga sangat cocok untuk digunakan pada iklim tropis di Indonesia.

2. Bisa Lebih Awet karena Jarak Tempuh Jauh

Meskipun harganya terbilang mahal, Oli Full Sintetik SYN Formula dari STP, yang amat minim penguapan, masa pemakaiannya lebih panjang. Bahkan beberapa pabrikan oli mengklaim kalau oli full sintetik bisa digunakan hingga jarak 4.000 km untuk motor dan 10.000 km untuk mobil.

3. Lebih Irit Bensin

Kalau diperhatikan, sebagian besar oli full sintetik punya tingkat kekentalan yang rendah. Misalnya saja Oli Full Sintetik SYN Formula dari STP yang tersedia di pilihan kekentalan 0w-20 dan 5w-30. Karena oli full sintetik encer maka akan berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Jika oli encer, kinerja mesin jadi enteng, otomatis konsumsi bahan bakar bisa ditekan atau menjadi lebih irit.

Kapan Sebaiknya Kita Mengganti Oli?

Sebagai pengendara motor atau mobil, beberapa di antara kita pasti masih bingung dengan waktu yang tepat untuk melakukan pergantian oli. Ada yang mengganti oli berdasarkan lama waktu setelah terakhir penggantian oli, biasanya sebulan atau dua bulan. Ada pula yang mengganti oli jika secara visual oli dilihat dari lubang intip sudah keruh berwarna kehitaman.

Engine Flush Membantu Melarutkan Endapan Lumpur/Sludge
Membantu Melarutkan Endapan Lumpur/Sludge

Namun, kedua metode penggantian oli tersebut sepertinya kurang tepat. Jika menunggu periode tertentu—misalnya sebulan atau dua bulan—untuk mengganti oli, belum tentu dalam periode tersebut penggunaan mesin motor sama. Jika Anda penganut oli ketika sudah keruh dan hitam harus langsung diganti, cara ini juga tidak terlalu tepat karena oli baru beberapa hari pemakaian pasti akan keruh karena selalu ada sisa oli mengendap di dalam mesin kendaraan Anda. Bisa dibilang, oli yang berubah hitam tidak selalu berarti kalau kondisinya sudah jelek dan kotor sehingga perlu segera diganti. Meskipun dalam kondisi oli mesin sudah dikuras habis, pasti akan selalu ada oli lama yang tersisa di dalam mesin.

Untuk menentukan kapan sebaiknya ganti oli mesin di motor, mudahnya kita bisa mengikuti panduan servis dari pabrikan. Caranya adalah dengan melihat dari jarak tempuh yang sudah diraih atau berapa lama oli mesin sudah dipakai. Penggantian oli mesin dianjurkan buat ganti maksimal tiap 4.000 km atau 4 bulan pemakaian, namun bisa lebih cepat tergantung kondisi dan pemakaian motor. Selain itu, oli juga harus diganti atau ditambahkan jika volume-nya sudah banyak berkurang.

Saat melakukan pergantian oli mesin, cairan pelumas tersebut pasti tidak keluar seluruhnya. Oleh karena ada sedikit oli yang mengendap di sela-sela komponen, akan timbul kerak karbon yang diakibatkan oleh terbakarnya oli itu sendiri dari kegagalannya mengatasi panas ekstrem.

Jika kita membiarkan hal tersebut, performa mesin akan terganggu, bahkan bisa membuat mesin rusak. Salah satu cara praktis dalam membersihkan ruang mesin sekaligus meluluhkan kerak membandel adalah dengan melakukan “engine flush”. Teknik “engine flush” adalah membersihkan komponen mesin dari kerak yang menempel dan endapan oli dengan menggunakan cairan berformulasi khusus.

mengurangi gesekan
Meningkatkan kualitas oli yang baru

Salah satu cairan untuk “engine flush” yang terbaik adalah STP Engine Flush. Cairan sakti ini dapat digunakan untuk segala macam mesin, baik yang berbahan bakar bensin, solar, motor, mobil, atau truk. Dengan formula khususnya, cairan ini akan ampuh membersihkan endapan, lumpur serta kerak yang timbul di mesin. Selain itu, Engine Flush dari STP ini ampuh mengurangi keausan pada mesin, meningkatkan efek pelumasan dan perlindungan gesekan dari oli baru.

Penggunaan Engine Flush STP sangat disarankan pada mobil atau motor yang jarak tempuhnya sudah di atas 70.000 km. Mesin yang kotor dan penuh endapan bisa terjadi apabila sang empunya sering telat servis dan ganti oli dan tidak memakai oli yang sesuai spesifikasi kendaraan. Oleh karena itu, sebaiknya mulai sekarang kita harus disiplin dalam merawat kendaraan.

menjaga kualitas bahan bakar

Petrol Treatment Tips Jitu Menjaga Kualitas Bahan Bakar.

Buat anak otomotif sejati, mungkin istilah “bensin basi” udah nggak asing bagi kalian. Namun, jangan salah, istilah yang satu ini enggak ada sangkut pautnya sama masa kedaluwarsa bensin atau bahan bakar untuk mobil atau motor kalian. Meskipun bensin memang ibarat makanan bagi kendaraan, tapi sebenarnya enggak ada batasan masa yang bisa bikin bensin jadi kedaluwarsa atau enggak enak dan nggak patut dikonsumsi sama kendaraan.

Buat kalian yang kurang paham sama istilah “bensin basi”, istilah ini mewakili keadaan bensin yang telah berubah kandungan unsur kimianya. Hal ini bisa terjadi karena bahan bakar telah  mengendap terlalu lama di dalam tangki. Karena telah lama mengendap dan mesin tidak menyala dan mensirkulasikan bensin, kandungan bensin tercampur zat kimia lain.

Mengembalikan Performa Mesin Kendaraan

Kondisi pencemaran bensin akan semakin parah apabila tangki bensin tidak terisi penuh. Rongga tersisa di dalam tangki akan sangat terpengaruh cuaca. Panas, lembap, atau dinginnya cuaca bisa mengakibatkan bensin mendapat kandungan air. Kandungan air pada bensin akan membahayakan mesin karena akan menimbulkan korosi.

Ada beberapa cara yang bisa kita lakukan agar terhindar dari kerusakan fatal akibat “bensin basi”. Simak beberapa cara ini ya!

Isi Penuh Tangki Bensin

Dengan begini, kita tidak perlu khawatir bensin akan tersusupi kandungan air karena pengembunan di tangki.

menjaga kualitas bahan bakar
Isi bahan bakar full

Nyalakan Kendaraan Secara Berkala

Kalau bisa, kalian perlu menyalakan mobil atau motor setidaknya dua atau tiga hari sekali. Dengan menyalakan mesin kendaraan secara rutin, bensin di tangki akan tersirkulasi, ini akan meminimalkan risiko korosi di bagian mesin, tangki, dan saluran bensin.

Gunakan STP Petrol Treatment

Seperti halnya manusia yang agar fit dan bugar perlu asupan suplemen multivitamin, mobil atau motor juga membutuhkan beberapa aditif untuk mendukung performa. Dengan rutin menggunakan STP® Petrol Treatment, kita akan terhindar dari “bensin basi” dan beragam dampak buruknya. Tiap tetes dari STP® Petrol Treatment akan meningkatkan daya pembersihan bensin, menghilangkan risiko korosi dengan menghilangkan kadar air di saluran bensin, dan yang paling penting bisa meningkatkan pembakaran dan pemasukan bensin sehingga tarikan kendaraan bisa tokcer!

STP Petrol Treatment Membantu Meningkatkan Kualitas Bahan Bakar
X