Kapan Sebaiknya Menguras Minyak Rem Mobil?

Bagi sebagian kecil pemilik mobil, pergi rutin ke bengkel adalah hal yang terbilang jarang dilakukan. Tidak heran, jika ada saja pemilik mobil yang baru memeriksakan mobil ke bengkel saat menemui masalah, terutama masalah rem. Namun, sebaiknya Anda menghindari kebiasaan seperti itu karena komponen mobil seperti sistem pengereman memegang peranan penting, sulit untuk mengendalikan mobil jika peranti yang satu ini bermasalah.

Karena sistem pengereman adalah salah satu komponen penting dalam mobil Anda, Anda perlu mengeceknya secara berkala. Jika tidak bisa melakukannya sendiri, Anda bisa melakukan pengecekan di bengkel tepecaya. Jika komponen pengereman sudah diperiksa, dan beberapa suku cadang diganti, lalu mekanik menawarkan untuk mengganti minyak rem. Perlukah?

Seperti fluida lainnya dalam sebuah mobil, minyak rem memiliki usia pakai yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah kelembaban yang bisa menyebabkan suku cadang lainnya berkarat. Minyak rem dalam kondisi jelek dapat mempengaruhi kekuatan pengereman.

Jadi, sebaiknya lakukanlah penggantian minyak rem setidaknya setiap 48.000 km atau setidaknya setelah 2 tahun penggunaan. Jika Anda sudah merasakan sistem pengereman bermasalah saat berkendara, sebaiknya Anda juga harus menguras minyak rem.

Penggantian atau pengurasan cairan rem ini bertujuan untuk memastikan sistem pengereman tetap terjaga. Selain itu, dengan melakukan penggantian secara berkala juga bisa mencegah adanya uap air yang masuk ke sistem pengereman. Penggunaan minyak rem yang sudah melebihi batas pemakaian bisa menimbulkan udara di dalam sistem pengereman. Hal ini disebabkan saat penggunaan, cairan rem bisa mendidih dan menghasilkan uap air. Jika kondisi ini terjadi, bahaya bagi pemilik kendaraan atau pengemudinya bisa timbul. Hal ini bisa terjadi karena sistem pengereman bisa mengalami gagal fungsi atau tidak bekerja dengan baik lantaran adanya uap air pada saluran sistem pengereman.

Segala risiko yang bisa timbul karena tidak maksimalnya pengereman sebenarnya bisa dicegah dengan penggunaan minyak rem kualitas terbaik. Ada salah satu minyak rem yang bisa kami rekomendasikan untuk penggunaan sehari-hari di mobil Anda, yaitu Super Heavy Duty Brake Fluid atau Minyak Rem Dot 3 dari STP. Minyak rem andalan dari STP ini sangat fleksibel dan netral karena bisa langsung ditambahkan ke minyak rem jenis Dot 3 dari merk apapun tanpa ada risiko kemacetan sistem pengereman.

Minyak rem STP Dot 3 ini sudah diformulasi khusus dengan ACTIVGARD Technology sehingga melampaui standar FMVSS No. 116 dan SAE J 1703 untuk DOT-3. Dengan formula ACTIVGARD Technology titik didih Super Heavy Duty Brake Fluid dari STP ini dapat mencapai hingga 246°C sehingga tahan terhadap panas tinggi. Kekentalan dari Super Heavy Duty Brake Fluid dari STP ini dibuat sedemikian rupa untuk menghindari penguapan pada suhu tinggi.

Penyebab Knalpot Mobil Mengeluarkan Asap

Tidak semua orang memahami permasalahan yang terjadi pada mobil meskipun ia adalah pemilik dari mobil. Kasus-kasus tertentu seperti mesin mendadak mati atau knalpot berasap kerap kali membuat si pemilik atau pengendara mobil jadi panik seketika. Padahal, tidak semua permasalahan menandakan bahwa mobil sedang dalam kerusakan serius. Bisa jadi, keluarnya asap putih dari knalpot mobil merupakan hal yang lumrah terjadi. Contohnya saja knalpot mobil berasap di pagi hari. Andai mobil Anda yang mengalaminya, mungkin salah satu dari beberapa hal berikut ini menjadi penyebabnya.

Suhu Berubah Mendadak

Perubahan suhu yang tergolong ekstrem bisa menyebabkan knalpot mobil ngebul. Mobil yang berdiam semalaman atau baru diguyur hujan paling sering mengalami hal ini. Apalagi jika Anda bermukim di daerah bertemperatur rendah. Suhu mobil otomatis cepat dingin ketika mesin tidak menyala, termasuk  bagian pembuangan gas atau knalpot.

Saat mesin dipanaskan, kenaikan suhu sudah pasti terjadi. Hal itulah yang memicu mengebulnya asap dari knalpot. Kesannya memang menakutkan. Malah saking paniknya, sebagian orang merasa mobilnya hendak meledak. Tapi tenang, asap tersebut hanya berlangsung sementara waktu saja. Secara perlahan akan normal dengan sendirinya.

Mobil Kelamaan Menganggur

Mobil yang menganggur lama atau jarang dipakai juga bisa ditunjuk sebagai penyebab knalpot berasap. Saat mesin mobil dinyalakan setelah dibiarkan mati beberapa hari, maka itu artinya mesin terpaksa berputar hingga menghasilkan kepulan asap putih dari lubang knalpot.

Kondisi seperti itu sebetulnya sangat wajar, apalagi untuk mobil-mobil yang terparkir lama di luar ruangan. Suhu mobil akan sangat rendah hingga menyebabkan terbentuknya uap air di saluran pembuangan. Uap air itulah yang kemudian berubah menjadi asap ketika suhu mesin mengalami kenaikan. Untungnya, permasalahan ini bukan bersifat permanen. Hanya saja, untuk menghindari risiko kerusakan perlu juga bagi Anda menggali informasi tentang cara merawat mobil yang jarang dipakai.

Permasalahan pada Pompa Bahan Bakar

Penyebab ketiga ini bisa dibilang lebih serius dari dua penyebab sebelumnya. Kerusakan pada pompa bahan bakar alias fuel pump bisa dicurigai sebagai penyebab knalpot berasap. Masalah seperti ini lebih sering menimpa mobil berbahan bakar bensin. Kerusakan fuel pump mengakibatkan pasokan bahan bakar tidak tersalur merata ke mesin. Oleh karena itu, terjadi penurunan tenaga mesin yang cukup drastis dan asap yang keluar berwarna hitam. Selain itu, bila fuel pump rusak konsumsi bahan bakar menjadi lebih boros karena pembakaran tidak sempurna.

Kerusakan pada Klep Dan Ring Piston

Bila bukan fuel pump yang bermasalah, mungkin klep dan ring piston yang bisa jadi mengalami kerusakan. Gejala yang paling mudah dikenal adalah knalpot mobil akan berasap terus menerus selama mesin mobil menyala.

Beberapa hal di atas bisa jadi menjadi biang kerok munculnya asap yang keluar melalui kenalpot. Kami sarankan Anda menggunakan salah satu produk andalan dari STP, yaitu STP Smoke Treatment. Dengan menggunakan STP Smoke Treatment, knalpot mobil Anda akan berhenti mengeluarkan asap berlebih. STP Smoke Treatment memiliki formula yang berguna untuk mengurangi asap dan membantu mengurangi gesekan dengan memberikan bantalan oli yang tebal yang menjadikan performa mesin kendaraan Anda lebih baik. Lebih mantapnya lagi, STP Smoke Treatment juga dapat membantu mengurangi kadar emisi pada kendaraan sehingga kendaraan Anda lebih siap menghadapi uji emisi.

Pentingnya Membersihkan Filter Bahan Bakar Mobil Anda

Kondisi laju mobil yang prima dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya hal yang menentukan adalah pemilihan bakar. Namun, pemilihan bahan bakar yang tepat saja tidaklah cukup, pengawasan dan pengecekan pada komponen yang menampung bahan bakar tersebut pun perlu kita perhatikan.

Komponen filter bahan bakar memiliki fungsi untuk menyaring segala kotoran dan debu dari luar agar tidak ikut masuk ke dalam bahan bakar ketika proses pembakaran berlangsung.

Sebuah kendaraan utamanya mobil perlu adanya perhatian pada saringan dan tangki, hal ini bertujuan agar mobil yang kita kendarai tidak mengalami masalah saat sedang di perjalanan.

Sayangnya, bagi kebanyakan orang, apalagi orang-orang yang tinggal di kota-kota besar dengan kesibukan tinggi, membersihkan saringan bahan bakar bukanlah perkara yang mudah dilakukan. Jangankan membersihkan filter bahan bakar mobil di rumah, untuk sekadar pergi ke bengkel saja terkadang Anda bisa jadi kesulitan.

Lantas bagaimana nasib mobil Anda? Tanpa adanya pengecekan dan pembersihan saluran bahan bakar beserta filternya, performa kendaraan Anda sudah tentu akan semakin menurun. Parahnya lagi, jika pembersihan saluran bahan bakar beserta filter tidak rutin dilakukan, dompet Anda akan makin terkuras karena kemungkinan kendala di mesin akan menghampiri jika saluran bahan bakar Anda kotor.

Untuk berbagai kendala dari hal-hal di atas ada sebuah solusi yang dapat menyelamatkan banyak orang sibuk seperti Anda, yaitu Complete Fuel System Cleaner dari STP.

Produk unggulan dari STP ini sangat mudah diaplikasikan dan tidak akan membuat Anda keluar banyak waktu atau tenaga. Tinggal campurkan ke dalam bahan bakar mobil Anda lewat lubang tangki maka saluran bahan bakar juga fiter bahan bakar di mobil Anda akan bersih terjaga.

menjaga kualitas bahan bakar
Membantu Menjaga Kualitas bahan Bakar

Complete Fuel System Cleaner dari STP ini amat mumpuni dalam membersihkan seluruh sistem bahan bakar dan mengembalikan performa puncak mesin mobil Anda. Beberapa masalah seperti tenaga dan akselerasi yang hilang akan segera sirna dari mobil Anda dengan Complete Fuel System Cleaner dari STP. Selain itu, cairan campuran bahan bakar ini juga efektif untuk membersihkan injektor dan karburator,  mengatasi sulit starter, dan mesin mobil yang menghentak-hentak. Intinya, Complete Fuel System Cleaner dari STP adalah solusi mudah untuk beragam masalah yang timbul dari kotornya saluran bahan bakar mobil Anda.

Saluran Pembakaran Mobil Perlu Dirawat Supaya Mobil Tokcer

Kita semua pasti tahu bahwa performa mobil pasti akan berkurang seiring dengan lamanya kendaraan tersebut digunakan. Apalagi jika Anda memiliki mobil yang sebelumnya sudah dimiliki dan digunakan selama beberapa tahun oleh orang lain atau mobil bekas. Mobil yang sudah menempuh jarak sekian ribu kilometer pastinya tidak akan seandal mobil yang baru keluar pabrik.

Penurunan performa mesin mobil bisa terjadi seiring pemakaian atau minimnya perawatan mesin, performa mesin mobil bisa menurun akibat karbon deposit atau kerak yang berada di ruang pembakaran. Nah, salah satu cara mengembalikan performa mesin ialah dengan menggunakan aditif bahan bakar.

Dalam hal ini, STP sebagai brand yang selalu berinovasi dan memenuhi kebutuhan pelanggannya, menghadirkan STP Performance Booster Package yang terdiri dari lima produk fuel additive di dalamnya, meliputi:

  • STP Super Concentrated Fuel Injector Cleaner
  • STP Petrol Treatment
  • STP Octane Booster
  • STP Fuel Injector Treatment and Carburetor Treatment
  • STP Complete Fuel System Cleaner

Penggunaan produk ini cukup mudah. Pemilik mobil hanya perlu mencampurkan setiap produknya saat mengisi penuh tangki bensin.

Ada lima produk, itu artinya membutuhkan lima kali pengisian bensin full tank. Karena setiap pengisian bensin hanya perlu dibarengi penuangan satu botol produk.

Langkah-langkah atau urutan produk yang dicampurkan ke dalam tangki bahan bakar adalah sebagai berikut:

  1. Produk yang pertama adalah STP Super Concentrated Fuel Injector Cleaner. Produk ini akan membersihkan sebagian besar endapan karbon deposit atau kerak. Penggunaannya juga akan mengatasi kendala mobil sulit distarter atau mesin boros.
  2. Selanjutnya gunakan STP Petrol Treatment yang berfungsi menetralkan oksigen di dalam tangki bahan bakar. Produk ini juga akan menghilangkan kadar air dan korosi sekaligus melindungi tangki bahan bakar.
  3. Produk ketiga adalah STP Octane Booster yang berguna meningkatkan angka oktan sehingga mesin dapat membakar bensin dengan lebih sempurna. Kandungan cleaner di dalamnya akan membersihkan sistem pembakaran terus menerus.
  4. Langkah yang keempat adalah mencampurkan STP Fuel Injector Treatment and Carburetor Treatment. Produk ini berfungsi untuk membersihkan injektor dan saluran serta pompa bensin. Memiliki kandungan friction modifier, produk ini berfungsi mengurangi gesekan piston dan silinder.
  5. Langkah terakhir adalah memasukkan STP Complete Fuel System Cleaner yang merupakan pembersih kerak karbon paling ampuh. Dilengkapi dengan kandungan PEA yang tahan panas, kemampuannya bisa membersihkan hingga dalam silinder dan kepala piston.
Membantu Mengurangi Gesekan Berlebih

Rangkaian proses ini hanya perlu dilakukan setiap 5.000 km sekali.Setiap produk fuel additive STP itu sendiri dipastikan aman. Sebab tidak mengandung alkohol yang dapat mengganggu fungsi komponen vital, seperti halnya catalytic converter atau sensor oksigen. Selain itu campuran khusus yang ada di dalamnya juga membuat produknya mudah larut. Intinya, rangkaian produk ini sangatlah mudah digunakan, tentunya sangat efektif, dan sudah terbukti manjur karena STP sudah berpuluh-puluh tahun dipercaya di dunia otomotif dunia.

Bahaya Paparan Sinar Matahari pada Interior Mobil

Kondisi cuaca yang kerap berubah merupakan salah satu faktor yang bisa mempengaruhi kondisi mobil, baik ketika kendaraan sedang bergerak maupun dalam kondisi parkir. Dampak yang didapatkan pun beragam, mulai dari memudarnya estetika mobil hingga rusaknya komponen mobil. Cuaca terik sebenarnya memiliki potensi kerusakan yang lebih berbahaya. Terlebih lagi, ketika kendaraan sering dijemur dalam waktu yang cukup lama.

Dampak langsung terjemur terik matahari adalah interior mobil akan menjadi kusam. Lalu berlanjut ke bagian interior, terutama pada bagian soft touch seperti kulit sintesis. Biasanya, bagian tersebut akan menjadi “pecah”. Ketika pertama kali membuka mobil setelah parkir di tempat panas, sebaiknya bukalah jendela terlebih dahulu sehingga ada pertukaran udara.

Sebaiknya Anda jangan hanya mengandalkan AC. Membuka jendela perlu dilakukan agar udara panas terbuang dan segera digantikan dengan udara dingin yang dihembuskan AC. Dengan membuka jendela, Anda sebenarnya meringankan kerja AC untuk mendinginkan kabin mobil. Perlu diingat pula untuk menghindari langsung menghidupkan AC dengan kekuatan kipas maksimal karena performa komponen kipas AC bisa cepat menurun.

Masalah lain yang kerap terjadi ketika mobil terlalu sering dijemur di teriknya matahari adalah cepatnya karet wiper untuk mengeras atau tidak elastis lagi. Karena mengeras dan tidak pejal lagi, wiper malah bisa membuat kaca mobil menjadi baret saat digunakan. Oleh sebab itu, penting untuk memilih parkiran mobil, khususnya ketika ingin ditinggal dalam waktu yang cukup lama. Sebaiknya Anda memilih tempat parkir yang memiliki atap agar paparan sinar matahari tidak menyentuh bodi mobil secara langsung.

Ada pula sebuah produk efisien yang bisa kami sarankan untuk melindungi interior mobil Anda dari sinar matahari yang berbahaya. Cairan semprot serbaguna dari STP, yaitu Son Of A Gun! Protectant, mengandung formulasi sunscreen yang glossy. Formulasi teknologi Son Of A Gun! Protectant dapat melindungi permukaan karet, vinil, kulit serta plastik dari paparan sinar UV yang dapat menyebabkan retak dan juga memudarnya warna. STP Son Of A Gun! Protectant sangat tepat digunakan pada komponen-komponen kendaraan, misalnya trim pintu mobil, jok berbahan vinil, dashboard mobil, dan segala komponen interior mobil yang berbahan plastik.

sistem pengereman

Apa Sih Sebenarnya Minyak Rem Itu? Lalu, Apa Beda DOT 3 dan DOT 4?

Ada fakta menarik terkait istilah minyak rem. Pada umumnya, kita menyebut cairan yang diisikan ke komponen rem motor untuk membantu kinerja rem dengan sebutan minyak rem. Padahal, cairan yang dimaksud bisa menyatu dengan air biasa dan jelaslah bukan masuk ke dalam kriteria minyak. Pada dasarnya, cairan rem DOT 3, DOT 4 dan seterusnya memiliki sifat higroskopis. Higroskopis sendiri adalah kemampuan suatu zat untuk menyerap molekul air dari lingkungannya baik melalui absorbsi atau adsorpsi. Jadi cairan rem itu mampu menyerap air, sedangkan minyak tidak mungkin menyatu dengan air. Oleh karena itu, sebenarnya ada salah kaprah terkait cairan pembantu kinerja komponen rem pada motor atau mobil, sepatutnya kita tidak menyebutnya sebagai minyak.

Perbedaan “Minyak Rem” DOT 3 dan DOT 4

Lantas apa sih beda pelabelan DOT 3 dan DOT4 pada cairan pembantu kinerja komponen rem? Sebenarnya, cairan rem DOT 3 dan DOT 4 memiliki bahan yang sama yang memiliki sifat higroskopis, tetapi ada dua hal yang menjadi pembedanya. Pertama adalah bahan kimia yang terkandung dan yang kedua adalah titik didihnya. Perlu diingat, tidak selamanya DOT 4 bekerja maksimal jika dipakai di mobil atau kendaraan yang merekomendasikan DOT 3. Jika kamu dengan sengaja memasukkan cairan yang bukan standarnya, komponen rem bisa rusak.

Pada cairan rem DOT 4, terdapat campuran kimia yang membuat titik didihnya lebih tinggi, mencapai 255°celsius. Sedangkan pada cairan rem DOT 3 memiliki titik didih tertinggi sebesar 245° celsius. 

Jika kita memiliki mobil atau motor yang komponen remnya diisi dengan cairan rem DOT 3. Karena beberapa faktor seperti dicuci, terkena hujan atau menerobos banjir, cairan rem tersebut tercampur dengan air sebanyak 3%. Cairan rem yang sudah tercampur itu dapat menyebabkan titik didih turun hingga 145° celcius dari yang tadinya  255° celcius. Artinya, cairan rem tersebut lebih cepat mendidih. 

STP Brake Fluid DOT 4

Pilihan “Minyak Rem” Berkualitas Terbaik

Jika Anda bingung dalam menentukan “minyak rem” terbaik untuk kendaraan Anda, percayakan saja pada STP! Tentu saja Anda harus percayakan kebutuhan cairan penyokong performa rem Anda pada STP karena STP sebagai brand dari Amerika telah dipasarkan di lebih dari 200 negara di dunia sejak tahun 1954 dan aktif dalam ajang balap NASCAR. Saat ini STP juga menghadirkan STP Brake Fluid with ACTIVGARD Technology. Varian “minyak rem” STP dengan teknologi terbaru ini dapat secara aktif melindungi sistem rem untuk performa pengereman yang lebih pakem, awet, dan aman. Untuk kebutuhan komponen rem dengan spesifikasi DOT 3, percayakan saja pada STP Brake Fluid DOT 3 dengan teknologi ActivGard yang tersedia dalam kemasan 300 ml. Titik didih dari STP Brake Fluid DOT 3 ActivGard dapat mencapai hingga 246°C sehingga tahan terhadap panas tinggi. Selain itu, cairan rem dari STP ini juga bersifat netral sehingga dapat dicampurkan dengan minyak rem spesifikasi DOT3 merek lain tanpa mengakibatkan kemacetan pada sistem rem.

Kapan dan Mengapa Kita Perlu Melakukan Engine Flush?

Kita semua pasti tahu bahwa salah satu cara untuk menjaga mesin mobil tetap prima adalah dengan rutin mengganti oli. Namun, seringkali pemilik mobil dihadapkan pada opsi penggunaan cairan penguras oli mesin (engine flush) ketika mengganti oli mesin lamanya.

Pertanyaan yang lantas timbul adalah haruskah menggunakan engine flush setiap kali penggantian oli mesin?

Kapan Harus Melakukan Engine Flush

Hal pertama yang penting untuk diketahui adalah engine flush adalah cairan atau cairan kimia yang berfungsi merontokkan deposit hasil oksidasi yang menempel di ruang mesin. Cairan engine flush akan merontokkan atau membersihkan kerak yang menempel pada ruang mesin. Tujuannya adalah agar kinerja mesin tidak terganggu endapan timbal serta kerak yang ada di bagian mesin.

Baiknya Anda menggunakan engine flush sekaligus mengganti oli setiap 10.000 kilometer atau per 6 bulan. Secara teknis, penggunaan engine flush bisa dibilang akan membuat mesin jadi lebih bersih. Dengan melakukan pengurasan oli mesin menggunakan engine flush, mesin akan lebih awet karena partikel- partikel yang tergerus oleh sisa gesekan akan terkuras oleh engine flush sehingga ruangan oli jadi lebih besar.

Ganti Pula Filter Oli Anda

Ditambah lagi, pemakaian cairan engine flush secara berkala juga sudah terbukti dapat memperbaiki kompresi mesin. Akan tetapi, patut diingat bahwa kita perlu juga mengganti filter oli saat melakukan engine flush. Filter oli harus diganti karena deposit yang rontok saat proses flushing tadi kemungkinan besar akan menumpuk di komponen filter oli.

Lantas, cairan engine flush apa yang bisa diandalkan untuk Anda gunakan tiap hendak menguras oli mesin? Jawabannya adalah Engine Flush dari STP! Cairan penguras oli mesin dengan formula aktif ini memiliki pelarut endapan, lumpur, serta kerak sehingga kotoran dan timbal yang menempel pada mesin dan komponen sekitarnya dapat tersuspensi di dalam oli kotor. Dispersan air akan mengikat kontaminan air yang ada di tiap celah mesin. Kontaminan air ini dapat terbentuk karena siklus suhu dingin dan panas setiap harinya. Bila dibiarkan, ini bisa bersifat korosif. Aditif anti wear menjaga gesekan antar metal tetap aman selama proses pembersihan.Hebatnya lagi, cairan penguras oli mesin ini bisa digunakan pada semua merek, tipe (sintetik & mineral) dan kekentalan (SAE) oli. Gunakan STP Engine Flush setiap kali Anda hendak membersihkan saluran oli mesin kendaraan dengan bahan bakar bensin atau diesel Anda. STP Engine Flush adalah produk yang aman terhadap sil dan paking (gasket) di semua jenis motor atau mobil Anda.

Manfaat Menggunakan Fuel Additive pada Mobil Anda

Tahukah Anda bahwa bahan bakar untuk kendaraan yang sering Anda pakai dan memenuhi tangki bensin mobil Anda umumnya mengandung beberapa zat pengotor (impuirities). Banyaknya bahan-bahan pengotor seperti air, kandungan aspal, vanadium, natrium, dan sulfur yang terkandung dalam bahan bakar dapat menimbulkan gangguan atau masalah pada tiap-tiap tahapan proses pembakaran. Komponen mobil Anda pun bisa terancam dan tentunya performa mobil Anda bisa menurun drastis.

Seiring berkembangnya teknologi otomotif global setiap tahun, selalu saja ditemukan inovasi baru dalam industri otomotif di dunia. Tidak hanya industri kendaraan, Industri pelumas dan aditif bahan bakar pun mengikuti perkembangannya. Melihat kondisi yang demikian muncul inovasi dari produsen yang menawarkan berbagai macam zat aditif bahan bakar yang sesuai dengan teknologi kendaraan terkini.

Banyak ragam cairan aditif bahan bakar yang tersedia di pasar otomotif Indonesia saat ini, dari yang fungsinya menaikkan angka oktan, mencegah korosi, merawat dan membersihkan sistem injektor, mengurangi emisi, bahkan menghemat bahan bakar. Bahan bakar dengan oktan rendah dan tidak sesuai dengan spesifikasi mesin terkadang memberikan dampak negatif pada mesin, sehingga banyak pemilik kendaraan menambahkan cairan aditif bahan bakar pada tangki mobilnya.

Beragamnya aditif yang tersedia di pasaran, mengharuskan pemilik kendaraan harus lebih bijaksana dalam memilih aditif yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan, tidak mengganggu fungsi komponen vital seperti catalytic converter dan sensor oksigen.

Nah, untuk mengatasi masalah terkait timbal dari bahan bakar yang akan menurunkan performa mesin mobil Anda, ada beragam produk aditif bahan bakar yang dapat menjaga sistem bahan bakar dan mesin serta meningkatkan performa kendaraan, salah satunya adalah rangkaian produk aditif bahan bakar dari STP.

Lebih dari 60 tahun, STP—yang merupakan salah satu produk kenamaan dari Amerika Serikat—telah meningkatkan performa kendaraan di seluruh dunia, melalui riset yang teruji langsung di arena balap. STP memiliki berbagai varian aditif bahan bakar yang bisa Anda gunakan sesuai dengan kebutuhan, baik untuk mobil berbahan bakar bensin maupun solar, sangat aman digunakan karena  tidak mengandung alkohol yang dapat mengganggu fungsi komponen vital seperti catalytic converter dan sensor oksigen.Salah satu yang terbaik adalah STP Complete Fuel System Cleaner. Jika yang Anda butuhkan adalah perlindungan menyeluruh pada sistem bahan bakar maka STP Complete Fuel System Cleaner bisa jadi solusinya. STP Complete Fuel System Cleaner dapat membersihkan carbon deposit atau kerak pada bagian vital sistem bahan bakar, seperti injektor, katup pemasukan, kepala silinder, dan piston. Selain itu, fuel additive yang satu ini juga dapat mencegah korosi pada tangki bahan bakar dan salurannya.

Jenis-Jenis Power Steering dan Oli Terbaiknya

Perlu kita ketahui bahwa kebanyakan mobil modern yang beredar saat ini, sebagian besar sudah menggunakan power steering. Baik dari model yang termurah sampai yang termahal. Bahkan, tak jarang pula ada pabrikan yang menyematkan power steering pada produk-produk kendaraan niaga, mulai dari kelas ringan sampai yang berat sekalipun. Oleh karena itu, power steering bisa dikatakan sebagi fitur yang memudahkan pengendara untuk melakukan pengendalian kemudi, atau bisa juga diartikan sebagai sistem bantu tekanan ke arah rack steer.

Secara sistem, cara kerja power steering sebenarnya cukup kompleks, kegunaan utamanya adalah membantu pengendalian, terutama ketika berbelok atau bermanuver. Kalau mobil zaman dulu mau belok itu susah, sopir harus pakai tenaga dan susah payah untuk menggerakkan setir, apa lagi ketika berbelok patah (u-turn), berat sekali memutar kemudinya. Dengan adanya power steering, beban gaya ketika mobil menikung, putar balik, atau saat parkir menjadi ringan. Bahkan, membelokkan setir kini bisa dilakukan dengan satu tangan.

Dengan majunya teknologi dan tuntutan efisiensi kendaraan, fitur power steering pada mobil modern belakang ini juga ikut berevolusi. Banyak dari pabrikan dunia yang menambahkan power steering dengan ragam teknologi baru. Dengan demikian, fungsi dari power steering pun meningkat. Sampai saat ini setidaknya ada tiga jenis mekanisme power steering, yakni power steering hidrolik, electronic power steering (EPS), dan hydro-electric power steering. Dari ketiganya, di Indonesia, hidrolik dan elektrik adalah jenis yang paling banyak kita jumpai.

Power Steering Hidrolik

What is power steering? Electric & Hydraulic power steering system

Simpelnya, power steering hidrolik bekerja menggunakan sebuah tekanan hidrolik yang dihasilkan dari pompa yang digerakan crankshaft melalui drive belt. Jadi, pada sistem ini terdapat reservoir tank, vane pump untuk fluida, control vale, steering hose, steering gear, oil power steering. Karena ada tekanan oli maka membuat putaran kemudi mobil jadi lebih ringan.

Electric Power Steering

Sementara untuk EPS, merupakan jenis power steering yang paling populer saat ini, bahkan digadang-gadang menjadi pengganti dari model hidrolik. Meski secara fungsi sama, tapi ada perbedaan konstruksi yang cukup besar. Paling utama dari susunan perangkat atau komponen yang digunakan. Sistem EPS sudah mengaplikasi motor listrik guna menggerakkan batang setir sesuai sudut putar dan kecepatan mobil. EPS bekerja dari arus listrik baterai yang berguna memutar motornya, tidak seperti hidrolik yang pakai belt untuk menggerakkan pompa. EPS ini banyak diaplikasikan pada mobil modern karena lebih advance dan minim perawatan atau pergantian komponen.

Tapi tetap perlu pengecekan untuk memastikan fungsinya tetap bekerja.Untuk memastikan komponen power steering Anda terawat dan senantiasa dalam performa yang bisa diandalkan, gunakan selalu oli power steering terbaik, Power Steering Fluid with ZDDP dari STP! Sistem power steering pada mobil membutuhkan perlindungan agar tetap beroperasi pada berbagai kondisi, terutama pada iklim tropis seperti di Indonesia. Cairan oli Power Steering Fluid with ZDDP dari STP didesain khusus karena memiliki formula khusus yang telah melalui proses fabrikasi 20 langkah sehingga menghasilkan produk bermutu tinggi. Power Steering Fluid with ZDDP dari STP mengandung bahan zinc dialkyldithiophosphates (ZDDP) yang dapat membantu mengurangi oksidasi pada komponen sehingga tidak mudah berkarat, lebih tahan terhadap panas yang timbul karena gesekan, serta memiliki kemampuan “Anti Wear” yang dapat memperpanjang usia komponen power steering mobil Anda.

STP Activgard Technology: Minyak Rem Mumpuni dengan Titik Didih dan Kepakeman Tinggi

Salah satu hal yang wajib untuk diketahui oleh para pemilik mobil adalah waktu yang tepat untuk mengganti minyak rem. Pasalnya, minyak rem mobil memiliki peran begitu penting untuk melumasi komponen dari sistem pengereman. Oleh sebab itu, harus dirawat dengan benar untuk menjaga keselamatan selama berkendara.

Perlu diketahui, minyak rem terbuat dari bahan sintetis bersifat asam yang berbeda dengan cairan-cairan yang digunakan pada sistem hidrolik manapun. Rem bekerja dengan mengubah energi gerak ke energi panas. Jadi terbayang betapa panasnya suhu rem saat ia bekerja.

Suhunya bisa mencapai 200 derajat celcius. Dengan suhu seperti ini, diperlukan cairan khusus yang lebih tahan panas seperti minyak rem.

Tapi minyak rem juga memiliki boiling point atau titik didih sekitar 240—260 derajat celcius. Lebih tinggi, tetapi titik didih ini  bisa turun hampir 50 %. Salah satu faktor yang menurunkan boiling point ini adalah kandungan air didalam minyak rem.

Dalam satu tahun, ada sekitar 3 % kandungan air di dalam sistem hidrolik rem. Jika kandungan airnya seperti ini, boiling point minyak rem bisa turun diangka 160 derajat celcius. Tentu ini berbahaya apalagi ketika dalam posisi kecepatan tinggi kita mengerem. Minyak rem bisa mendidih nantinya.

Lantas, kapan minyak rem harus diganti?

Secara umum, penggantian minyak rem ini dilakukan pada interval 2 tahun atau pada 40.000 Km pemakaian. Namun, tergantung minyak rem yang dipakai, kalau minyak remnya bagus, masih tahan hingga 2 tahun pemakaian tanpa masalah. Tapi jika minyak rem murahan, mungkin setahun saja sudah ngempos.

Apabila lebih dari dua tahun, kandungan air pada minyak rem akan semakin banyak. Dalam kurun waktu dua tahun saja sudah sekitar dua hingga tiga persen memiliki kandungan air di dalamnya. Semakin banyak air, maka titik didihnya juga akan terus menurun. Oleh karena itu pastikan Anda menggunakan minyak rem berkualitas nomor wahid, yaitu STP Brake Fluid with ACTIVGARD Technology.

Pembersih kampas dan cakram rem

STP sebagai brand dari Amerika yang produknya telah dipasarkan dilebih dari 200 negara di dunia sejak tahun 1954 dan aktif dalam ajang balap NASCAR, sudah menyempurnakan minyak rem dengan ACTIVGARD Technology.  Minyak rem STP ACTIVGARD Technology akan mampu secara aktif melindungi sistem rem untuk performa pengereman yang lebih pakem, awet, dan aman.

Beberapa keunggulan ACTIVGARD Technology yang bisa membuat minyak rem STP mengungguli merk lain adalah :

  1. ACTIVGARD menjaga dan melindungi seal karet di sistem rem agar tidak mudah mengeras, getas dan bocor sehingga rem akan lebih awet.
  2. ACTIVGARD melindungi komponen besi/metal dari karat dan korosi yang terdapat di sistem rem.
  3. ACTIVGARD melindungi pipa kapiler sistem rem dari hambatan akibat pembentukan endapan karena oksidasi sehingga melancarkan sirkulasi minyak rem.
  4. ACTIVGARD menjaga boiling point di atas standarisasi minimal (Dry & Wet Boiling Point) sehingga performa sistem rem lebih pakem saat dikondisi stop and go maupun kecepatan tinggi.
  5. ACTIVGARD dapat mengikat unsur air akibat kelembaban udara di dalam sistem rem sehingga tidak menyebabkan oksidasi dan menghindari rem blong akibat angin palsu.
  6. ACTIVGARD melampaui standarisasi FMVSS No. 116, SAE J 1703, SAE J 1704, Standar Nasional Indonesia (SNI 06-2769-1992) dan ISO 9001:2015 yang disertifikasi TÜV SÜD KAN.

Jadi, jangan pikir panjang lagi, jika sudah tiba waktunya untuk menguras minyak rem, percayakan sistem pengereman mobil Anda kepada STP Brake Fluid with ACTIVGARD Technology!