Terkait Langkanya Solar di Jawa Tengah, Pertamina Janjikan Pasokan Aman

Rasa-rasanya, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar, mulai terasa di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah (Jateng) belakangan ini.

Selain di Magelang, kelangkaan BBM jenis solar juga kerap dikeluhkan oleh para sopir truk di Klaten dan Salatiga.

Menindaklanjuti banyaknya keluhan terkait kelangkaan solar tersebut, Pertamina langsung bergerak cepat dan berusaha untuk memenuhi kebutuhan BBM jenis solar yang dinilai mulai langka.

Kabar adanya keluhan terkait kelangkaan solar itu dibenarkan oleh Unit Manager Communication, Relations, & Corporate Social Responsibility (CSR) Pertamina MOR IV, Brasto Galih Nugroho.

“Terkait kuota solar, Pertamina telah berkomitmen untuk memenuhinya dan berkoordinasi dengan BPH Migas,” buka Brasto Galih Nugroho.

Brasto menegaskan, Pertamina Patra Niaga memastikan stok maupun proses penyaluran (supply chain) aman dan berjalan dengan baik.

Bahkan saat ini telah dilakukan penambahan penyaluran solar di beberapa wilayah yang mengalami peningkatan konsumsi secara signifikan.

Selain penambahan penyaluran, Pertamina juga memastikan kecukupan distribusi solar serta mengoptimalkan produksi di kilang.

“Dalam proses penyalurannya, Pertamina Patra Niaga juga mematuhi regulasi dan ketetapan pemerintah yang berlaku,” ungkapnya.

Brasto menjelaskan, saat ini Pertamina telah melakukan penghitungan proyeksi kebutuhan solar di Tanah Air.

Menurutnya, untuk stok dan penyaluran BBM Solar non subsidi seperti Dexlite, Pertamina Dex, Pertamax, dan Pertalite, Pertamina pastikan dalam kondisi aman.

“Stok di fuel terminal kami pastikan ada dan tidak langka,” tegas Brasto.

Menyambut Gelaran F1 Miami 2022, Red Bull Pamer Video Keren

Pada tahun 2022, F1 akan menggelar salah satu seri balapannya di Miami. Untuk merayakan hal tersebut, Tim F1 Red Bull Racing membiarkan salah satu mobil balap F1-nya menggila melaju liar di jalanan Kota New York.

Agak janggal memang, Kota Miami yang akan menggelar seri balapan F1 pertama kali, tetapi kenapa merayakannya dengan menggunakan latar Kota New York? Banyak tanggapan sinis dari para netizen terkait hal tersebut. Namun, respons positif tetap mendominasi langkah keren tim Red Bull Racing.

Balapan di Miami rencananya akan digelar di Stadion Hard Rock. Stadion tersebut merupakan markas bagi tim NFL, Miami Dolphins. Namun, demi gelaran balap jet darat tersebut, trek dibangun secara khusus dan dikenal sebagai Miami International Autodrome.

Masuknya seri Miami ke dalam kalender F1 2022 menjadikan Amerika Serikat (AS) sebagai tuan rumah dua lomba kejuaraan dunia balap mobil, selain Circuit of The Americas (COTA) di Austin, Texas.

Dan penambahan GP Miami sekaligus menandai kesuksesan lainnya dari Liberty Media, sejak mengakuisisi Formula 1 pada 2017.

“Kami telah bekerja keras untuk membangun trek demi balapan yang hebat dan venue bagi pengalaman penggemar yang tak tertandingi,” kata Managing Partner Grand Prix Miami, Tom Garfinkel, mengutip laman resmi sirkuit.

“Ada antusiasme dan antisipasi yang luar biasa untuk acara ini, dan kami senang dapat mengumumkan tanggalnya sehingga orang-orang dapat mulai merencanakannya.”

Kembali ke kampanye tim Red Bull, jet darat yang digunakan dalam video keren ini dan terlihat melaju di sepanjang jalan samping Sungai Hudson juga beraksi mengepot seakan hendak parkir paralel adalah RB7. Perlu Anda ketahui, RB7 adalah mobil yang mengantarkan Red Bull meraih gelar juara dunia, saat itu pilot utama dari RB7 adalah Sebastian Vettel.

Proyek Jalan Tol Lubuklinggau—Bengkulu Baru Mulai Digarap 2023

Ada kabar buruk buat warga Sumatera. Berita buruk ini ditujukan terutama bagi para warga Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan, dan Provinsi Bengkulu. Warga dari daerah-daerah yang disebutkan tadi sepertinya harus bersabar. Hal tersebut karena proyek Jalan Tol Lubuklinggau—Bengkulu diperkirakan baru bisa dikerjakan pada 2023 mendatang.

Tersendat dan tertundanya proyek jalan tol tersebut karena anggaran dari pemerintah pusat untuk proyek jalan tol Lubuklinggau-Bengkulu belum tersedia.

Kepala Dinas PUBM Kota Lubuklinggau, Achmat Asril Asri bakan sudah mengonfirmasi terkait informasi itu. “Sebenarnya saya tidak ada hak, karena ini kewenangan Pemerintah Pusat. Informasi terakhir masih menunggu anggaran untuk pembebasan lahan,” ujar Asril pada Senin (11/10/2021).

Lalu untuk pembebasan lahan untuk jalan tol tersebut direncanakan baru bisa dilakukan pada 2023 mendatang.

Belum mengucurnya pendanaan dari pemerintah pusat terjadi karena pembebasan lahan yang dimulai dari Lubuklinggau sampai Muara Enim belum masuk daftar prioritas.

“Namun, masalah kebenarannya silakan konfirmasi ke pihak terkait,” lanjut Asril.

Asril mengatakan bahwa sebetulnya sejumlah dokumen untuk proyek Jalan Tol Lubuklinggau—Bengkulu sudah disiapkan. Akan tetapi, tidak adanya anggaran dari Pemerintah Pusat membuat pengerjaan proyek ini mau tidak mau harus diundur.

“Penetapan lokasi sudah dilakukan, bahkan Gubernur Sumsel Herman Deru sudah menyerahkan dokumennya, termasuk dokumen pembebasan lahannya,” katanya.

Ia menambahkan, misalnya anggaran dari Pemerintah Pusat sudah tersedia, maka pengerjaan akan langsung dilakukan.

Apalagi, rencananya jalan tol Lubuklinggau-Bengkulu dikerjakan menggunakan sistem estafet.

“Jadi rencananya beberapa lahan dibebaskan lalu langsung ada pengerjaan. Tidak menunggu lahan selesai baru dikerjakan. Tapi lahan mana yang sudah selesai, langsung dikerjakan,” papar Asril.

Agar Nyaman Berkendara di Jalan Sekitar Bekasi, Perhatikan Rute Rekayasa Lalu Lintas Berikut Ini

Teruntuk Anda yang berdomisili di Kota Bekasi, Jawa Barat harap berhati-hati saat memilih jalan ketika bepergian. Anda harus berhati-hati agar tidak runyam karena masih ada pengerjaan erection girder tol Bekasi—Cawang—Kampung Melayu (Becakayu) di Seksi 2 Simpang BCP, Kota Bekasi.

Karena adanya pengerjaan ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi pun memberlakukan rekayasa lalu lintas. Mengacu pada akun Instagram @dishubbekasikota, rekayasa lalu lintas sebetulnya sudah dilakukan sejak 4 Oktober 2021 lalu setiap pukul 21.00—04.00 WIB.

Rencananya pemberlakukan rekayasa lalu lintas tersebut terus dilakukan hingga 15 November 2021. Adapun untuk rekayasa lalu lintasnya dimulai dari kendaraan yang menuju tol barat, Pekayon atau Rawa Panjang dari arah Galaksi akan dialihkan untuk melintasi Jalan KH Noer Ali lalu belok kiri ke Jalan Tawes dan belok Kanan ke Jalan Burangrang.

Selanjutnya putar arah di bawah Flyover Summarecon dan langsung menuju ke tol Barat, Pekayon atau Rawa Panjang lewat Jalan Jenderal Ahmad Yani.

Lalu untuk kendaraan dari arah Galaksi menuju GOR Kota Bekasi, Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) atau Harapan Mulya diarahkan untuk lewat Jalan KH Noer Ali, kemudian belok kiri ke Jalan Tawes dan belok kanan ke alan Burangrang Raya.

Setelah itu pengendara bisa belok kiri ke Jalan Ahmad Yani dan langsung menuju ke GOR Kota Bekasi, Kantor Pemerintah Daerah (Pemda) atau Harapan Mulya.

Berikutnya untuk kerdaraan dari arah Kranji, Harapan Mulya atau Kantor Pemda menuju tol barat, Pekayon atau Rawa Panjang nantinya dialihkan untuk lewat Jalan Jenderal Ahmad Yani, belok kiri ke Jalan Sersan Marjuki, lalu belok kanan ke Jalan Kemakmuran, Jalan Veteran, Jalan M Hasibuan dan Jalan Chairil Anwar.

Pengendara kemudian bisa belok kanan ke Jalan Cut Meutia, SImpang Rawa Panjang, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Simpang Pekayon, lalu ke Jalan Jenderal Ahmad Yani baru ke tol barat.

Sementara untuk kendaraan dari arah Hasibuan ke tol barat, Pekayon atau Rawa Panjang bisa lewat Jalan M Hasibuan, Jalan Chairil Anwar lalu belok kanan ke Jalan Cut Meutia, Simpang Rawa Panjang, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Simpang Pekayon, Jalan Ahmad Yani baru ke tol barat.

Sedangkan untuk pengendara dari arah Hasibuan menuju GOR Kota Bekasi, Harapan Mulya atau Kranji dialihkan ke Jalan M Hasibuan, Simpang Presdo kemudian belok kanan ke Jalan Veteran.

Selanjutnya belok kiri ke Jalan Rawa Tembaga, belok kiri menuju Jalan Ir H Juanda, Simpang Pemda lalu ke Jalan Jenderal Sudirman baru ke kawasan Kranji.

Terakhir untuk kendaraan dari arah Rawa Panjang, Pekayon atau tol barat menuju Kranji bisa lewat Jalan Ahmad Yani, belok kiri ke Jalan Sisi Selatan Kalimalang, melewati Jembatan Horison, lalu ke Jalan Sisi Selatan Kalimalang, berputar di Jembatan 6, Jalan KH Noer Ali kemudian belok kiri ke Jalan Patriot.

Sirkuit Sentul akan Di-Upgrade agar Mampu Menghelat Gelaran Balap Skala Internasional

Melihat perkembangan pesat sirkuit skala internasional yang hampir rampung di Lombok, Sirkuit Sentul juga tidak mau kalah menggeliat. Seolah tak mau kalah dengan Sirkuit Mandalika, yang digadang-gadang akan memiliki sarana dan prasarana skala perhelatan balap internasional, Sirkuit Sentul juga terus berbenah hingga saat ini.

Kabar itu disampaikan oleh Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI), Bambang Soesatyo, saat mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh otomotif. Dalam pertemuan itu, turut hadir Tommy Soeharto, Komjen Pol Budi Waseso, Irjen Pol Machfud Arifin, dan Letjen TNI AM Putranto.

Para tokoh senior otomotif itu sepakat untuk mengembangkan kawasan Sentul sebagai Pusat Olahraga dan Mobilitas Otomotif Indonesia.

Di kawasan Sentul sendiri sudah terdapat dua sirkuit bertaraf internasional, yaitu Sirkuit Internasional Sentul dan Sirkuit Internasional Karting Sentul.

Selain itu, saat ini juga sedang dibangun Stage Park Sentul.

“Untuk olahraga, sirkuit Internasional Sentul bisa menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan balap mobil,” kata Bambang Soesatyo.

Bamsoet menjelaskan, sarana dan prasarananya juga akan di-upgrade agar layak sebagai tuan rumah Formula 1 (F1) dan MotoGP.

Di sisi lain, Sirkuit Internasional Karting Sentul juga bisa jadi tuan rumah penyelenggaraan balap motor dan gokart.

“Sementara Stage Park Sentul yang pembangunannya sebentar lagi akan selesai, bisa digunakan untuk balapan sprint rally, speed off-road, adventure off-road, hingga motocross,” jelas Bamsoet.

Pembangunan ini bertujuan agar Stage Park Sentul bisa jadi tuan rumah Asia Pacific Rally Championship (APRC), FIA World Rally Championship (WRC), hingga kejuaraan dunia motocross MXGP.

“Selain itu, kawasan ketiga sirkuit tersebut juga bisa dikembangkan menjadi Pusat Industri Modifikasi Otomotif,” tambahnya.

Dengan begitu akan ada nilai tambah tersendiri karena tidak hanya jadi kawasan balapan otomotif saja. “Terlebih saat ini banyak pelaku usaha modifikasi yang sedang mencari lokasi strategis dari segi akses maupun history,” ucap Bamsoet.

Mudah-mudahan saja dengan semakin majunya sirkuit-sirkuit di Indonesia, akan semakin maju pula dunia otomotif kita.

Apa Iya Kemacetan di Indonesia Tidak Ada Obatnya?

Apakah kemacetan di kota-kota di Indonesia tidak ada jalan keluarnya? Apakah sudah sepantasnya kita mulai mempertimbangkan untuk bermigrasi ke planet selain Bumi demi kehidupan yang tidak terlalu mencekam bagi jiwa? Salah satu masalah pelik yang tidak bisa kita hindari dari hidup di kota besar adalah kemacetan. Sepertinya, dengan kian hari semakin banyak populasi manusia di bumi, kemacetan adalah sesuatu yang tidak bisa kita hindari. Namun, sebenarnya, ada jalan keluar untuk mengurangi kemacetan, seorang pemerhati masalah transportasi, Budiyanto, menjelaskan sistem Transit Oriented Development (TOD) diklaim bisa menjadi salah satu solusi mereduksi kemacetan.

Menurutnya, pembangunan berorirentasi TOD merupakan sebuah pola pembangunan tata kota yang terintegrasi dengan sistem transportasi sehingga kita bisa saja menciptakan sebuah kota yang efisien. “Konsep Transit Oriented Development memiliki sebuah tujuan yaitu untuk memberikan sebuah alternatif dan pemecahan masalah kemacetan,” kata Budiyanto, Senin (11/10/2021).

Konsep Kawasan TOD mengintegrasikan jaringan transit secara regional, dan melengkapi strategi pengembangan lingkungan yang telah ada di sekitar simpul transit “Saya menyarankan agar program yang sudah ada tetap berjalan dan lakukan evaluasi, supaya lebih maksimal untuk mengatasi masalah kemacetan dengan mengakselerasikan konsep Transit Oriented Development,” tutur Budiyanto lagi.

“Konsep tersebut adalah suatu konsep pengembangan kota melalui pendekatan tata ruang campuran dengan memaksimalkan moda transportasi umum,” sambungnya. Budiyanto menambahkan, untuk mewujudkan konsep ini biayanya memang cukup mahal, tetapi apabila dikaji akan tetap lebih menguntungkan.

“Karena kebutuhan mereka dapat terpenuhi di kawasan tersebut dengan hanya menggunakan sarana Jalan kaki, bersepeda atau transportasi umum apabila mau keluar dari kawasan tersebut,” ucapnya.

Salah satu contoh negara yang sukses menerapkan konsep kawasan Transit Oriented Development yaitu Singapura. Keberhasilan penerapan konsep kawasan Transit Oriented Development membuat banyak warga Singapura dimanjakan dengan fasilitas dan infrastruktur, terutama transportasi massal yang terintegritas dengan hunian dan tempat aktifitas sehari-hari.

Adanya konsep kawasan Transit Oriented Development ini telah mendorong masyarakat untuk memusatkan aktivitas sehari-hari disekitar stasiun transit atau paling tidak masih di dalam koridor transit. Dengan konsep pengembangan tersebut pola pikir masyarakat akan berubah, masyarakat akan hilang rasa enggannya untuk menggunakan transportasi umum atau berjalan kaki.

Valtteri Bottas Dominan di Turki, Max Verstappen Pimpin Klasemen Lewati Hamilton

Balapan seru tersaji di F1 Turki 2021. Valtteri Bottas, yang sejak awal melesat di depan, tak tersentuh dan akhirnya berhasil memenangkan balapan F1 Turki 2021. Max Verstappen pun berhasil finis kedua diikuti sang rekan, Sergio Perez yang meraih podium 3. Sementara itu, Lewis Hamilton yang memulai balapan dari posisi 11 hanya sanggup finis ke-5 pada balapan di Sirkuit Istanbul Park ini.

Permulaan balapan dimulai dengan trek basah, tetapi hujan tidak terlalu deras sehingga para pembalap hanya memakai ban intermediate. Hamilton sanggup memangkas banyak posisi di lap-lap awal, bahkan beberapa kali mencetak lap tercepat.

Sayangnya rintangan sebenarnya mulai didapatkan Hamilton pada pertengahan balapan. Pada lap 32, Hamilton mulai mendekati Perez untuk memperebutkan posisi keempat. Akhirnya, pada lap-lap berikutnya terjadi pertarungan ketat antara Hamilton dan Perez yang pada akhirnya berhasil dimenangkan Hamilton yang tampil sangat cepat.

Memasuki putaran ke-37, Max Verstappen memutuskan melakukan pit stop dari posisi kedua tetap dengan memakai ban intermediate. Uniknya, ada Sebastian Vettel yang sempat mencoba ban slick di pit stop pertamanya karena merasa trek mengering. Akan tetapi, sungguh disayangkan bagi Vettel, ia harus kembali melakukan pit stop untuk kembali ke ban intermediate karena ban slick tak cukup efektif.

Hal itu membuat banyak pembalap berpikir dua kali untuk mengikuti langkah Vettel.

Beberapa pembalap melakukan pit stop juga tetap dengan ban intermediate, termasuk Sergio Perez yang sempat bertarung ketat dengan Hamilton.

Namun tidak dengan Charles Leclerc yang sempat memimpin balapan karena menunda pit stop, dan juga Lewis Hamilton yang berada di belakangnya.

Hamilton bahkan sempat menunda dan menolak perintah Mercedes untuk pit stop.

Sang juara dunia 7 kali kehilangan banyak waktu hingga akhirnya memutuskan pit stop, tapi ban intermediate yang fresh tampaknya tidak cukup efektif membantunya bertarung di lap-lap akhir.

Pada akhirnya Bottas melenggang terdepan memenangkan balapan diikuti Verstappen dan Perez.

Berikut ini tabel hasil balap F1 Turki 2021:

Dengan meraih podium ke-2 di gelaran balap F1 Turki 2021, Max Verstappen berhasil merebut puncak klasemen sementara F1 2021. Tepatnya, dengan tambahan 18 poin, Max Verstappen kini mengoleksi 262 poin di peringkat pertama klasemen.

Lewis Hamilton yang hanya melakukan start dari posisi ke-11 benar-benar memberikan keuntungan besar buat Max Verstappen. Meski bisa melaju ke beberapa posisi di depannya, pada akhirnya Hamilton hanya sanggup finis kelima. Saat ini raihan poin pembalap pemegang 100 kemenangan F1 ini mencapai 256,5 poin, tertinggal 6 poin dari Max Verstappen. Selisih 6 poin tersebut belum berarti apa-apa di kejuaraan F1 2021, kedua pembalap masih punya peluang yang relatif sama untuk meraih gelar juara.

Apalagi masih ada 6 seri tersisa dan pertarungan kedua pembalap akan semakin seru nantinya. Sementara itu Valtteri Bottas yang meraih kemenangan di Istanbul berhasil menambah pundi-pundi poinnya menjadi 177 sekaligus menjauh dari Lando Norris. Lando Norris malah didekati oleh Sergio Perez yang berhasil meraih podium 3 pada balapan ini.

Berikut klasemen sementara usai balapan F1 Turki 2021:

Orang dengan Penyakit Berat Tidak Bisa Mendapatkan SIM

Sebenarnya ada beberapa hal yang bisa membuat kita tidak bisa memiliki surat izin mengemudi (SIM). Salah satunya dari penyebab seseorang dilarang memiliki SIM adalah penyakit berat. Kepolisian Republik Indonesia menyatakan bahwa penderita penyakit berat seperti jantung tidak bisa mendapatkan surat izin mengemudi.

Pasalnya hal itu akan meliputi pemeriksaan kesehatan bagi masayarakat yang akan memperpanjang atau buat SIM baru.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh dr. Wira dari bagian Dokter dan Kesehatan Mabes Polri.

Menurut dokter Wira, pengetesan keselamatan wajib dilakukan agar bisa mengetahui apakah masyarakat pemohon SIM memiliki riwayat penyakit yang sifat krusial.

Contoh sederhananya adalah seperti penyakit jantung dan asma. Kedua penyakit tersebut tentu wajib diketahui karena memiliki dampak yang cukup besar bagi pengendara kendaraan bermotor.

Jika sedang mengendarai mobil atau sepeda motor dan penyakit tersebut kambuh, akibatnya akan sangat fatal. Bukan hanya akan berdampak pada pengendara yang mengalami penyakit tersebut, tetapi juga bagi pengguna jalan lain.

“Iya sangat penting pada penderita sakit jantung atau asma, pasalnya apabila ada serangan tiba-tiba dapat membahayakan pengguna jalan yang lain,” kata dr Wira pada Jumat (8/10/2021).

Saat seseorang terkena serangan jantung, konsentrasi yang dibutuhkan untuk tetap berkendara dengan aman akan langsung hilang, pengendara pun tak akan bisa mengontrol kemudi kendaraannya dan berpotensi membahayakan jiwa pengguna jalan lain. Begitu juta saat seorang pengidap asma kumat penyakitnya.

Lebih lanjut lagi, Wira mengatakan bahwa meski tak ada catatan resmi, tetapi sebenarnya cukup banyak kecelakaan terjadi akibat pengendara yang memiliki riwayat penyakit berisiko. Oleh karena itu, tes kesehatan juga menjadi prioritas karena menyangkut dampak langsung saat berkendara.

“Meliputi pemeriksaan mata, THT, jantung, paru, reflek, tensi, nadi, pernafasan, dan fisik anggota gerak dan masih banyak lagi,” tutup Wira.

Mudah-mudahan dengan mulai diterapkan pemeriksaan kesehatan saat masyarakat hendak membuat atau memperpanjang masa berlaku SIM, keamanan dan kenyamanan berlalu lintas bisa meningkat.

Beberapa Ruas Tol Jakarta—Tangerang Akan Macet karena Pemeliharaan Berkala

Anda yang sering menggunakan ruas jalan tol Jakarta—Tangerang perlu tahu dan waspada. Jasa Marga kembali lakukan perbaikan jalan di Ruas Tol Jakarta—Tangerang pada Minggu pertama Oktober ini.

Hal ini disampaikan oleh General Manager Representative Office 2 Jasamarga Metropolitan Tollroad Nasrullah.

“Jalan Tol Jakarta—Tangerang ini menjadi urat nadi pergerakan ekonomi antar pulau dan antar wilayah. Besar harapan masyarakat maupun pelaku usaha terhadap percepatan distribusi barang maupun orang dengan menggunakan jalan tol ini,” kata Nasrullah, Kamis (7/10/2021).

Oleh karena itu, Jasa Marga sebagai pengelola Jalan Tol Jakarta—Tangerang mengklaim akan menjaga kualitas jalannya agar nyaman dan aman untuk dilintasi.

Menurut Nasrullah, selama pekerjaan pemeliharaan berlangsung, lajur yang menjadi objek pemeliharaan sementara tidak dapat dilintasi, namun lajur lainnya dapat digunakan secara normal.

“Jasa Marga memohon maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat pekerjaan tersebut,” bebernya.

Pekerjaan pemeliharaan Rekonstruksi Perkerasan terjadwal sebagai berikut :

a. Ruas Jakarta Tangerang arah Tangerang
– Km 15+359 s.d Km 15+377 lajur 1 sepanjang 18 m, dilaksanakan tanggal 6 s.d. 7 Oktober 2021
– Km 13+830 s.d Km 13+850 lajur 1 sepanjang 20 m, dilaksanakan tanggal 9 s.d. 10 Oktober 2021
– Km 14+735 s.d Km 14+750 lajur 1 sepanjang 15 m, dilaksanakan tanggal 11 s.d. 12 Oktober 2021

b. Ruas Jakarta Tangerang arah Jakarta
Km 14+365 s.d Km 14+355 sepanjang 10 m dan Km 14+345 s.d Km 14+330 sepanjang 15 m lajur 1, dilaksanakan tanggal 7 s.d. 8 Oktober 2021

Sirkuit Mandalika Sudah Dialiri Listrik maka Sudah Semakin Siap Gelar Ajang Balapan Dunia

Untuk menyongsong salah satu gelaran balap motor terbaik di dunia, persiapan menjelang WorldSBK Indonesia 2021 semakin matang. Hal tersebut terbukti dengan telah terpasangnya listrik di sirkuit Mandalika.

Proses pemasangan listrik tersebut ditandai dengan serangkaian commissioning test sejak awal September 2021, setelah infrastruktur kelistrikan selesai pada Agustus 2021. General Manager PLN Unit Induk Wilayah NTB, Lasiran, menjelaskan bahwa commissioning test merupakan tahap akhir seluruh rangkaian persiapan PLN di sirkuit Mandalika.

Perlu kita ketahui, commissioning test wajib dilakukan untuk menguji seluruh aspek dari komponen yang terbangun, yakni ketahanan dan fungsi peralatan. “Hasil pengujiannya, peralatan PLN yang terpasang layak dioperasikan,” buka Lasiran.

Lasiran menjelaskan, PLN 100 persen siap memberi pasokan listrik saat WorldSBK Indonesia 2021 agar kegiatan yang diselenggarakan di Sirkuit Mandalika tersebut dapat berjalan lancar. Menurutnya, sistem kelistrikan Lombok yang akan menyuplai listrik sirkuit Mandalika cukup aman.

Rata-rata beban paling tinggi adalah 270 MW dan daya mampu tersedia adalah 376,8 MW.  “Masih ada cadangan daya 106 MW. Sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik di NTB,” lanjutnya.

Lasiran berpendapat, daya yang tersedia bisa mendukung seluruh infrastruktur pendukung di sirkuit Mandalika. Khusus untuk WorldSBK 2021 dan MotoGP tahun 2022, PLN NTB mempersiapkan skenario zero down time.

Sistem suplai listrik berlapis, sehingga listrik di kawasan Mandalika bisa diandalkan dan berkualitas.

“Dengan begitu, event yang berlangsung tidak akan mengalami gangguan walau hanya sesaat,” tambah Lasiran.

Ia menjelaskan, Sirkuit Mandalika merupakan pelanggan PLN yang dilayani dengan daya 5.19 MVA.

Oleh sebab itu Mandalika disuplai dari 3 jalur utama dengan rincian dua dari Gardu Induk (GI) Kuta dan satu dari GI Sengkol.

Dua jalur Saluran Kabel Tegangan Menengah sepanjang 1.485 kms dari GI Kuta. Serta satu jalur sepanjang 13.8 kms dari GI Sengkol telah selesai terbangun.

“Terima kasih kepada seluruh stakeholder terkait, terutama ITDC yang merupakan pelanggan kami,” ucapnya.

Selain tiga jalur kelistrikan itu, PLN juga menyiapkan perangkat berupa Uninterruptible Power Supply yang masih dalam proses untuk mewujudkan zero down time.

“Ini merupakan komitmen kami untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Tentunya supaya gelaran WorldSBK 2021 berjalan aman dan lancar,” pungkasnya.

Dengan begini, sepertinya impian kita, warga Indonesia, untuk memiliki sebuah sirkuit balap yang bisa dibanggakan di kancah dunia akan segera terwujud.

1 2 3 7
X