Thermistor: Komponen AC Mobil yang Tidak Boleh Diremehkan

Semua komponen pada mobil Anda pastinya punya usia pemakaian. Usia pemakaian ini merupakan semacam batasan waktu daya guna optimal dari sebuah komponen. Beberapa komponen pada AC mobil Anda juga sebenarnya memiliki batas usia pemakaian.

Contohnya, kompresor AC mobil yang sejatinya mempunyai masa pakai sekitar 5 tahunan dengan pemakaian normal.

Namun ada hal kecil yang apabila disepelekan bisa membuat kompresor AC jadi cepat jebol.

Hal kecil tersebut adalah komponen thermistor cooler yang letaknya berdekatan dengan evaporator AC.

Seperti dikutip dari GridOto.com, “Thermistor AC punya tugas untuk mengistirahatkan kompresor agar tidak bekerja terus menerus,” buka Supri dari bengkel spesialis Sedudo AC, Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Jadi, ketika suhu di ruang evaporator sudah mencapai suhu tertentu, thermistor memutus arus listrik kompresor AC mobil.

“Nanti ketika suhu di evaporator mulai meningkat, thermostat kembali menyalakan arus listrik kompresor agar kabin kembali sejuk,” jelasnya.

Tapi jika komponen ini rusak, maka kompresor AC menjadi kerja keras tanpa henti.

“Apalagi di putaran tinggi, kompresor AC ikut berputar kencang, padahal seharusnya kompresor di putaran tinggi itu dinonaktifkan oleh thermistor tadi,” beber pria ramah ini.

Hal ini yang membuat kompresor AC mobil semakin pendek usia pakainya.

Efek lain yang bisa diakibatkan dari kompresor bekerja terus menerus adalah evaporator menjadi beku.

Penyebabnya karena kompresor terus menerus bekerja mengeluarkan udara dingin tanpa henti.

“Kalau evaporator beku, AC mobil justru jadi kurang dingin karena sirkulasinya terhambat,” jelas Supri.

Selain itu blower AC pun juga tidak maksimal akibat evaporator yang membeku tadi.

Jika sudah begini, sebaiknya bawa mobil ke bengkel AC terpercaya agar dilakukan perbaikan dan penggantian komponen thermistor.

Pentingnya Membersihkan Residu Pengereman

Pada setiap motor atau mobil, kampas rem memiliki fungsi bergesekan dengan piringan cakram sehingga menghasilkan perlambatan laju kendaraan.

Kampas rem ini perlahan-lahan pasti akan mengalami keausan.

Residu yang dihasilkan oleh kampas rem biasanya akan menumpuk di sekitaran komponen tersebut.

Baik kampas rem cakram maupun kampas rem teromol pasti akan mengalami penumpukan residu berbentuk debu. Tentunya, debu hasil residu tersebut bisa mengganggu performa pengereman.

Kerap kali, pemilik mobil atau mekanik malas membersihkan kampas rem.

Padahal, malas membersihkan kampas rem bisa berakibat berbahaya bagi pengereman.

Seperti dikutip dari Gridoto.com, Sebagai contoh kampas rem cakram, kalau tidak dibersihkan maka residu bisa membuat gerakan piston kaliper tidak lancar.

Selain itu, residu akan banyak menempel pada bidang kampas rem sehingga mengurangi daya pakem rem tersebut.

Debu yang terlalu banyak menghalangi gesekan piringan cakram saat rem bekerja.

Alhasil, selain bisa mengurangi pengereman, residu debu ini membuat piringan cakram cepat terkikis.

Seharusnya rem dibersihkan setiap 10.000 km sekali, atau minimal setiap servis berkala agar tidak lupa.

Residu debu yang dibersihkan akan mengembalikan performa pengereman mobil tetap baik.

Kondisi rem yang bekerja optimal sangat berkaitan dengan keselamatan mengemudi.

Berbeda jika rem tidak pernah dibersihkan, efeknya pasti sangat berbahaya karena rem jadi kurang pakem.

Perhatikan Kondisi Ban Motor agar Bensin Irit

Belum lama ini, harga BBM naik lagi. Untuk bisa menyiasati hal tersebut dan tetap bisa menekan pengeluaran ongkos BBM, Anda bisa memperhatikan kondisi ban motor. Sebenarnya beberapa kondisi ban bisa membuat konsumsi bensin motor menjadi boros.

Seperti yang kita ketahui bersama, harga BBM naik lagi pada Sabtu lalu (03/09), pemerintah melalui Pertamina menaikan harga Pertalite dari sebelumnya 7.650 rupiah per liter jadi 10 ribu rupiah per liter.

Begitu juga solar dari sebelumnya 5.150 rupiah per liter jadi 6.800 rupiah per liter.

Tidak hanya itu, BBM nonsubsidi seperti Pertamax juga mengalami kenaikan sebesar 2 ribu rupiah atau dari sebelumnya dibanderol 12.500 rupiah per liter jadi 14.500 rupiah per liter.

Namun, yang harus Anda tahu adalah tidak semua konsumsi bensin motor boros disebabkan oleh mesin maupun gaya berkendara.

Ternyata ada kondisi ban motor yang bikin konsumsi bensin motor jadi boros.

Seperti dikutip dari GridOto.com, Abdul Malik, seorang mekanik dari Rumah Ban Motor, akan menjabarkan hal tersebut.

“Tekanan angin ban yang kurang dari anjuran bisa membuat konsumsi bensin motor jadi boros,” ucap Malik.

Menurut Malik, tekanan angin ban motor yang kurang akan membuat tapak ban yang bersentuhan dengan aspal jadi semakin besar.

“Ketika diisi beban (pengendara dan barang) tapak yang bersentuhan ke aspal jadi lebih banyak,” papar Malik.

“Selain bikin laju motor jadi berat, tekanan angin ban yang kurang juga bikin konsumsi bensin jadi lebih boros,” tuturnya lebih lanjut.

Agar laju motor tetap ringan dan konsumsi bensin tidak boros, Malik menyarankan untuk tetap jaga tekanan angin.

Minimal periksalah tekanan angin ban motor Anda setiap seminggu sekali.

Biasanya pabrikan sendiri sudah memberikan informasi mengenai anjuran tekanan ban ideal di motor menggunakan stiker.

Kalian tinggal ikuti saja anjuran tekanan angin ban sesuai rekomendasi pabrikan jika ukuran ban yang kalian gunakan masih sama dengan bawaan motor.

Nah, itu tadi kondisi ban motor yang bikin konsumsi bensin motor lebih boros.

Tips Irit Bensin saat Berkendara Mobil Matic

Baru-baru ini, harga BBM naik. Oleh karena itu Anda pasti butuh tips menyetir mobil matik supaya lebih irit BBM.

Dengan harga BBM naik, sesungguhnya ada cara bagi pengguna mobil matik agar lebih irit BBM untuk menekan biaya pengeluaran bahan bakar.

Salahs atu tips yang bisa kami berikan adalah menyesuaikan gaya menyetir mobil matik agar lebih hemat BBM.

Seperti dikutip dari GridOto.com, Hermas Efendi Prabowo, pemilik bengkel spesialis Worner Matic yang juga sebagai pakar transmisi otomatis mobil di Indonesia memberikan tips menyetir mobil matik yang bisa bikin lebih irit BBM.

“Kunci utama mobil matik agar lebih irit BBM adalah menjaga putaran mesin,” buka Hermas.

Ia menyarankan untuk menjaga injakan pedal gas pada putaran mesin tidak lebih dari 2.000 rpm.

Baik dalam kondisi stop and go maupun sedang melaju konstan, jaga putaran mesin di bawah 2.000 rpm.

“Transmisi matik terdapat modul TCU (Transmission Control Unit) yang mendeteksi seberapa besar torsi yang dibutuhkan dengan percepatan laju mobil,” terang Hermas.

“Dari torsi yang dihasilkan mesin, rasio gigi mengatur secara otomatis untuk menjaga laju mobil dari putaran mesin rendah,” sambungnya.

Dengan ini, konsumsi BBM yang dihasilkan terjaga rendah seiring percepatan laju mobil.

Salah satu kelebihan transmisi matik adalah minim menghasilkan engine brake.

“Manfaatkan momentum laju mobil baik di jalan lurus atau turunan untuk sesekali melepas pedal gas,” ujar Hermas.

“Jadi ada momen saat mobil tetap melaju tanpa perlu menginjak pedal gas,” terusnya.

Terakhir, bisa manfaatkan fitur-fitur pendukung di mobil yang menambah efisiensi BBM.

Bisa gunakan mode berkendara ECO yang mengatur throttle response agar pembakaran mesin tidak berlebih dari injakan pedal gas yang dalam.

Atau penggunaan AC mobil yang bisa diatur tidak terlalu dingin agar beban kerja mesin ringan.

“Pada mobil kelas menengah ke atas ada fitur coasting supaya mobil bisa tetap meluncur tapi putaran mesin idle,” tutup Hermas.

Jangan Asal Buka atau Tutup Baut Pembuangan Oli Motor

Saat Anda ingin membuang oli mesin lama, Anda pasti melakukannya melalui baut pembuangan yang berada di kolong motor.

Baut pembuangan oli mesin ini ternyata harus diperlakukan dengan tepat dan tidak boleh asal saat pengencangannya.

Ada dampak yang akan terjadi jika baut pembuangan oli dikencangkan terlalu berlebihan.

Seperti dikutip dari GridOto.com, Triyono dari bengkel Family Auto Service (FAS) menjelaskan bahwa baut pembuangan oli yang dikencangkan berlebihan juga tidak baik.

“Drat di karter pembuangan oli ini jika sampai slek bisa berakibat berbahaya,” jelasnya.

Baut pembuangan oli mesin menjadi tidak kencang akan berdampak bisa lepas saat di jalan.

Begitu juga dengan baut pembuangan oli, bisa dengan mudah slek sehingga tidak bisa digunakan lagi.

Begitu juga dengan gasket yang jadi rusak jika pengencangan baut pembuangan oli berlebihan.

Tekanan baut yang berlebihan bisa membuat gasket drain plug jadi rusak.

“Biasanya akan terlihat ada rembesan oli dari sekitar baut,” beber Triyono yang bengkelnya di Bintara, Bekasi.

Cara yang benar dalam mengencangkan baut pembuangan oli itu adalah dengan menggunakan kunci torsi.

“Kunci torsi dengan ukuran yang tepat akan membuat umur drat menjadi lebih lama,” jelasnya lagi.

Jadi sudah enggak bisa asal tuh saat mengencangkan baut pembuangan oli.

Jangan lupa juga mengganti gasket drain plug jika sudah rusak.

Bocor Ban Mobil di Samping Bikin Berabe

Sebuah benda tajam yang tertancap tentunya bisa membuat ban mobil menjadi bocor.

Benda tajam yang mengenai ban pun posisinya bisa sangat tidak menentu, bisa terjadi di bagian ban mana saja.

Bisa saja benda tajam tersebut mengenai bagian dinding ban atau side wall sehingga menyebabkan kebocoran yang parah dan membuat runyam.

Tentunya jika kebocoran terjadi di samping ban mobil Anda, ban yang bocor di bagian samping ini ternyata sama sekali tidak bisa diperbaiki.

Seperti dikutip dari GridOto.com, Juju Eko Purnomo, selaku Chief Staff Technical Service Department PT Sumi Rubber Indonesia selaku produsen ban Dunlop, mengatakan jika ban bocor di samping wajib ganti baru. “Ban yang terkena bocor samping itu memang sama sekali enggak bisa diperbaiki atau dipakai lagi,” buka Juju.

“Hal ini terjadi karena bagian side wall merupakan bagian terlentur dari ban mobil,” tambahnya.

Walau dirancang kuat, tapi bagian side wall memiliki fleksibilitas yang baik.

Saat bagian ini bolong terkena benda tajam, seperti paku, dan ditambal maka akan percuma.

Saat mobil berjalan, tambalan ban tidak akan menutup sempurna bagian yang bolong.

Selain itu, bagian side wall ban memiliki beberapa lapisan penguat berupa benang nylon.

“Lapisan ini kalau terkena beda tajam terus putus maka struktur ban sudah rusak dan sangat berbahaya jika terus digunakan,” bebernya.

Kalau ada bagian samping ban yang bocor sebaiknya tidak digunakan lagi.

Mau enggak mau ya ban mobil harus diganti baru.

“Kalau bocor dibagian tengah ban atau tread masih diperkenankan ditambal,” tutup Juju.

Modifikasi yang Malah Bikin Mobil Jadi Gampang Dimaling

Keamanan kendaraan Anda tentunya sangat penting. Anda pasti tidak mau kendaraan Anda sampai tercuri orang. Sayangnya, mobil bisa dicuri dengan berbagai cara, mulai dari pembobolan paksa hingga tindak kekerasan terhadap pemilik mobil.

Namun, ternyata ada aksesori mobil yang justru bikin peluang mobil dicuri jadi lebih besar.

Salah satu aksesori yang malah bisa meningkatkan peluang dicuri adalah tombol engine start. Dengan menggunakan tombol engine start, risiko mobil dicuri jadi semakin tinggi.

Maling akan lebih mudah membobol mobil konvensional yang dimodifikasi pada bagian starter mobilnya, yaitu pemasangan tombol engine start.

Jadi, jika sebenarnya mobilnya awalnya tidak menggunakan tombol engine start, tetapi dimodifikasi menggunakan pakai tombol engine start tingkat keamanannya malah jadi semakin rendah.

Perangkat ini diklaim banyak mekanik justru berbahaya karena dapat mengubah sistem kunci starter pada mobil.

Ketika dimodifikasi menjadi tombol engine start, mode starter mobil sebenarnya dirubah jadi standby di posisi ACC terus.

Hal ini berakibat siapapun yang bisa menjebol pintu mobil, bisa langsung menghidupkan mesin meskipun tanpa kunci.

Karena sebenarnya tombol engine start yang modifikasi tadi, fungsinya hanya seperti saklar on/off saja.

Berbeda dengan sistem mobil yang sudah menggunakan immobilizer dan menggunakan tombol engine start dari pabrik.

Kalau kunci immobilizer sudah dilengkapi dengan cip, baik di kunci dan ECU mobil sehingga akan jauh lebih aman dibandingkan dengan aksesori aftermarket.

Cip dalam sistem engine start bawaan pabrik ini berfungsi menyelaraskan kode yang sama antara kunci mobil dengan ECU mobil melalui metode transmitter proximity.

Jadi, sebenarnya kunci mengirim sinyal ke ECU mobil, ECU mobil mendeteksi dan menyelaraskan kode, baru mobil bisa dihidupkan.

Oleh karena itu, sebaiknya mobil yang telanjur dimodifikasi menggunakan tombol engine start tambahan, dikembalikan jadi standar saja.

Letak Tuas Transmisi Mobil Matik saat Berhenti Sebaiknya di D atau N?

Hingga saat ini masih banyak pengendara mobil yang memperdebatkan perihal bagaimana seharusnya letak perseneling di mobil transmisi matik saat sedang berhenti. Jadi, sebaiknya, saat berhenti di jalan, posisi transmisi mobil matik tetap di D atau pindah ke N?

Pertanyaan saat berhenti di jalan itu mobil matik tetap di D (Drive) atau pindah ke N (Netral) memang masih saja kerap muncul dan jadi perdebatan.

Saat berhenti, pengemudi mobil bertransmisi matik memiliki dua pilihan, yaitu tetap di D atau pindah ke N.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kami mengacu pada pernyataan dari seorang pakar, “Anda bisa tetap di D sambil menginjak pedal rem bila sedang berhenti sesaat,” jelas Ichsan Ady Permana, Staf Instruktur Technical Training Center PT Astra Daihatsu Motor (ADM) seperti dikutp dari GridOto.com.

Jadi, misalnya Anda sedang berhenti sejenak seperti dalam kondisi lalu lintas yang macet atau stop ‘n go, sebaiknya tuas transmisi bisa tetap berada di posisi D sambil kaki kanan Anda terus menginjak pedal rem.

“Kalau Anda sedang berhenti dengan waktu yang lama, sebaiknya pindahkan tuas transmisi ke posisi netral,” lanjut Ichsan.

Ilustrasi kondisi berhenti lama di jalan adalah saat menunggu lampu merah di traffic light.

Sebaiknya, saat berhenti di posisi N ini Anda menarik tuas rem tangan.

Tujuannya untuk mencegah mobil bergerak sendiri akibat permukaan jalan yang miring.

Sekarang Anda seharusnya sudah tahu saat berhenti di jalan, mobil matik tetap di D atau pindah ke N.

Jadi, mulai sekarang jangan gundah lagi ya.

Upgrade dengan Paket Bore Up Bisa Bikin Motor Kencang?

Meskipun terkesan kurang dapat dipercaya, ternyata kelebihan pakai paket bore up yang banyak dijual di pasaran banyak nilai positifnya juga.

Buat Anda yang mau dongkrak kapasitas dan kekuatan mesin motor secara instan, membeli paket bore up yang banyak ditawarkan di pasar online maupun offline bisa menjadi jawaban.

Paket bore up sendiri umumnya ditawarkan penjual dengan harga  1 hingga 2 jutaan rupiah, tentunya komplit tinggal pasang ke mesin motor untuk gantikan komponen bawaan.

Memang apa sih kelebihan paket bore up ini ketika digunakan?

Sebetulnya paket bore up ini jelas memudahkan untuk mereka yang ingin mendongkrak kapasitas dan tenaga mesin secara instan.

Sebelum ada paket bore up ini, buat menaikkan kapasitas cc dan dongkrak tenaga mesin, semua orang harus cari piston sendiri, lalu lakukan bubut untuk memperbesar boring standarnya. Cara tersebut memang cenderung lebih merepotkan tentunya.

Nah, dengan paket bore up semua komponen sudah disediakan sesuai spesifikasi, tinggal dipasang saja ke mesin motor. Setelahnya, kapasitas dan tenaga mesin bisa meningkat, praktis.

Paket bore up yang ditawarkan sendiri umumnya terdiri dari blok silinder, piston lengkap dengan pen dan ring piston, juga paking.

Pemasangan paket bore up ini cepat karena sifatnya yang hanya melepas blok silinder dan piston yang ada di motor, kemudian diganti dengan paket bore up tersebut.

Penyesuaiannya paling di kompresi, apa piston mau dicoak lagi atau ketebalan paking yang dimainkan. Tinggal sesuaikan dengan rasio kompresi mesin yang ingin digunakan.

Sementara kalau noken as, ECU racing, dan throttle body (TB) itu sifatnya sebagai pendukung agar performa motor bisa lebih maksimal lagi.

Kelebihan lainnya, paket bore up yang dijual di pasaran ini umumnya tidak bikin piston mudah nyangkut ke liner yang sering menjadi penyakit dalam melakukan bore up motor.

Misal kita lakukan bore up dengan liner standar yang dikorter kalau bengkel bubutnya kurang teliti piston bisa rawan nyangkut karena hitungannya kurang pas.

Umumnya, penyakit piston bore up bisa tersangkut di liner akibat titik tengah yang kurang presisi sehingga piston naik turun bisa miring posisinya dan gampang nyangkut.

Hal tersebut bisa dihindari kalau kita membeli paket bore up yang biasanya dibuat di mesin CNC yang lebih presisi.

Itulah dia tadi beberapa keunggulan dari paket bore up mesin yang banyak dijual di pasaran.

Penggunaan Engine Flush Aman, Asalkan…

Banyak orang beranggapan kalau cairan engine flush bisa merusak sil di dalam mesin motor yang umumnya terbuat dari karet.

Anggapan kalau cairan engine flush bisa merusak sil di dalam mesin karena cairan ini berfungsi untuk membersihkan, jadi dianggap keras dan dapat merusak sil ketika digunakan.

Benarkah anggapan kalau pakai cairan engine flush dapat merusak sil yang ada di dalam mesin?

Seperti dikutip dari Gridoto.com, “Sebenarnya hal itu tergantung dari cairan engine flush yang digunakan,” ucap Banyu Sasongko, Owner Beprolube toko spesialis pelumas oli mesin kepada tim GridOto pada Kamis (21/07/2022).

Menurut Bayu, panggilan akrabnya, cairan engine flush yang dibanderol agak mahal biasanya lebih aman terhadap sil-sil mesin yang berbahan karet.

“Cairannya efektif bersihkan zat aditif oli mesin, tetapi aman terhadap sil yang ada di mesin,” yakin Bayu.

Agar sil-sil di dalam mesin aman, Bayu mewanti supaya tidak sembarangan pakai cairan engine flush.

“Jadi pilih engine flush yang berkualitas dan sudah teruji kemampuannya. Jangan sembarangan, apalagi sampai pakai solar sebagai cairan engine flush,” kata Bayu.

“Cairan engine flush berkualitas jelek atau menggunakan solar yang sebenarnya dapat merusak sil-sil berbahan karet,” wantinya.

Bayu sendiri menggunakan cairan engine flush besutan dari Liqui Moly di bengkelnya.

“Cairan engine flush ini dimasukan sebelum motor ganti oli mesin baru,” jelas Bayu.

“Tujuannya agar zat aditif dari oli lama terbuang bersama saat penggantian oli. Cairan engine flush cocok buat yang ingin ganti oli mesin baru beda merek,” tutupnya saat ditemui di Jalan Lebak Bulus 1 No.A3, Cilandak, Jakarta Selatan.

Ini diperlukan saat ganti oli mesin baru beda merek karena setiap merek oli biasanya punya kandungan aditif yang berbeda.

Makanya butuh engine flush untuk membersihkan aditif oli lama dari mesin sehingga aditif dari oli baru bisa bekerja lebih maksimal.

1 2 3 6