Tips DR OTO : Deteksi Mesin Dari Warna Oli Mobil

posted in: DR.OTO CLUB | 0
[header 4]Tips DR OTO : Deteksi  Mesin Dari Warna Oli Mobil[/header] [divider invisible]

Otomania, walaupun sering kita lihat namun jarang  yang memperhatikan tongkat level  pelumas  atau deep-stick (dipstik) . dipstik adalah media yang penting untuk mengetahui kondisi pelumas mobil kita.
Sebelum DR OTO memberikan tips untuk mendeteksi kondisi mesin mobil melalui dipstik alangkah baiknya apabila kita mengetahui cara melepas dipstik dari mesin mobil sbb :

  1. Dipstik umumnya memiliki gagang dari plastik tahan panas dengan warna menyolok (umumnya kuning) dan berada disamping atau didepan mesin.
  2. Ketika mencabut dipstik pastikan mesin dalam kondisi mati dan mesin dalam kondisi dingin, sebaiknya pagi hari sebelum mobil dihidupkan.
  3. Parkir mobil dalam ditempat datar.
  4. Tarik dipstik mesin berlahan dan bersihkan dengan kain lap atau tissue kemudian tancapkan kembali beberapa saat dan cabut, perhatikan loli yang melekat dibawah dipstik  ada tulisan F (Full) dan E (Empty) pastikan oli berada di bawah garis F atau minimal di tengah antara garis F dan E (hati-hati apabila oli mendekati garis E)

 

Mendeteksi kondisi mesin dari warna oli :

Deteksi kondisi mesin dapat dilihat setelah mobil telah melampaui 1500 – 2000 Km sejak mobil ganti oli terakhir karena pada jarak tersebut oli mulai terlihat berubah warna, prediksi kerusakan adalah sebagai berikut :

  1. Warna oli bening :

Pelumas yang digunakan diprediksi tidak memiliki additives ditergent yang berfungsi membersihkan ruang mesin dan sebagai penetralisir asam asida yang timbul akibat gesekan dan panas mesin.Sebaiknya mesin di flush terlebih dahulu sebelum mengganti pelumas yang baru.

  1. Warna oli putih seperti susu :

Pelumas yang digunakan telah tercampur air diprediksi mesin pernah over heating, blok mesin melengkung atau packing seal bocor  sehingga air dari radiator masuk keruang mesin dan bercampur dengan oli.

  1. Warna oli Hitam kental :

Pelumas yang digunakan kemungkinan sudah tercemar karbon, apabila asap dari knalpot terlalu banyak dan level oli sering berkurang dapat diprediksi oli masuk keruang bakar dan terbakar, atau bisa juga disebabkan oli telah dicampur bahan lain yang tidak sesuai peruntukannya sehingga ruang mesin menjadi kotor, segera bawa kebengkel resmi untuk dilakukan analisa lebih lanjut dan perbaikan. Setelah itu segera kuras oli dengan STP Engine Flush dan ganti Filter oli sebelum memasukkan oli yang baru.

  1. Warna oli agak hitam kecoklatan dan masih bening :

Pelumas yang digunakan berkualitas baik, dan mesin masih dalam kondisi baik, karena oli yang memiliki kualitas sesuai standard umumnya telah dilengkapi additives ditergent, anti korosi dan anti aus dengan demikian oli melakukan tugas pelumasan sekaligus menetralisir karban dan sludge serta vernis.

Saran DR OTO agar memilih oli yang memang dibuat untuk iklim tropis (Trofical Formula) dan sebaiknya gunakan STP Engine Flush setiap mengganti oli atau saat filter oli diganti.

Demikian tips DR OTO Semoga bermanfaat.