Menteri Perindustrian Republik Indonesia, Agus Gumiwang, menyebut pemerintah kini tengah mempertimbangkan untuk memperpanjang insentif PPnBM 100 persen.

Menurutnya hal ini bisa terjadi karena insentif PPnBM 100 persen mampu memberikan dampak positif terhadap penjualan dan produksi otomotif di Tanah Air.

“Satu hal yang ingin saya sampaikan juga, tadi bapak presiden menyampaikan bahwa program PPnBM yang berakhir pada desember 2021 ini bisa saja dievaluasi atau dilanjutkan oleh pemerintah,” ucap Agus, Rabu (17/11/2021).

Agus menjelaskan, meski pemerintah harus mengeluarkan biaya untuk menanggung insentif pajak PPnBM, tapi di sisi lain pemerintah juga mendapatkan pemasukan yang lebih banyak.

“Kita bisa lihat karena cost benefitnya ada, pemerintah pajak luxury-nya berkurang, tapi ada benefit di tempat lain. Itu kalau kita hitung 6 kali lipat benefitnya. Itu dari industri pendukung, tier 1, tier 2, IKM (Industri Kecil Menengah),” tukasnya.

“Jadi PPnBM mungkin dievaluasi. Kita lihat nanti, karena yang paling penting kita lihat adalah benefit. Kalau bisa bawa benefit jauh lebih tinggi itu akan kita evaluasi,” lanjutnya.

Agus juga menekankan, industri otomotif adalah salah satu sektor yang diandalkan pemerintah untuk membangkitkan perekonomian Tanah Air.

“Kalau teman-teman ingat, dua sektor yang kami sasar untuk rebound ekonomi adalah otomotif dan property, karena dua sektor ini yang industri pendukungnya banyak sekali,” ucap Agus.

Sebagai informasi, insentif PPnBM 100 persen semula diberikan pemerintah pada Maret-Mei 2021.

Karena dianggap efektif, insentif PPnBM 100 persen ini pun diperpanjang hingga Agustus 2021.

Dengan alasan yang sama, pemerintah kembali memperpanjang insentif PPnBM 100 persen hingga Desember 2021.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these <abbr title="HyperText Markup Language">HTML</abbr> tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

X